11 Daerah di Luar Pulau Jawa Ini Dalam Ancaman Covid-19 Varian Delta

ABOUTSEMARANG – Sebanyak 11 daerah di luar Pulau Jawa dalam ancaman Covid-19 varian Delta, menyusul indikasi peningkatan penularan virus corona jenis baru ini.

Dari hasil pengamatan Kementerian Kesehatan atau Kemenkes, beberapa daerah di luar pulau Jawa sudah diberikan indikasi terjadi peningkatan penularan Covid-19 varian Delta.

“Beberapa (daerah luar pulau Jawa) sudah kita konfirmasi ada varian Delta,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat hadir secara virtual dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Selasa, (13/7).

Dari 11 daerah di luar Pulau Jawa tersebut, di antaranya tersebar di lima daerah di Sumatera, dua daerah di Kalimantan, dua daerah di Sulawesi, satu daerah di Papua dan satu di Nusa Tenggara.

Namun yang memprihatinkan, sebanyak 11 daerah tersebut belum memiliki kemampuan sarana dan prasarana kesehatan yang maksimal baik seperti di Pulau Jawa.

“Kita sudah sampaikan, harus kita amati dengan ketat karena kalau terjadi apa-apa di sana, kapasitas kesehatan mereka pasti jauh di bawah DKI Jakarta atau di bawah Jawa,” katanya.

Beberapa waktu terakhir, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia termasuk Jakarta kian melonjak. Bahkan, ditemukan beberapa varian baru Covid-19 seperti Alpha (B.1.17), Beta (B.1.351), dan varian Delta (B.1.617.2).

Berdasarkan data Balitbangkes menunjukkan bahwa per 20 Juni 2021, terdapat 33 kasus varian Alpha, 4 varian Beta, dan 57 varian Delta di Jakarta.

Dari varian lainnya, varian Delta menyumbang kasus terbanyak disertai dengan penularan virus yang cepat serta risiko dirawat di rumah sakit yang lebih tinggi.

Virus Corona varian Delta (B.1.617.2) adalah mutasi dari virus Covid-19 yang selama ini mewabah (SARS-CoV.2 B.1.617). Untuk diketahui, varian Delta pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020, saat awal negeri itu dilanda gelombang kedua pandemi.

WHO (World Health Organization) melabeli varian Delta sebagai variant of concern (VOC) atau varian yang perlu diwaspadai pada 11 Mei 2021. Sejak 14 Juni 2021, varian ini telah menyebar ke 74 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Hasil dari proses Whole Genome Sequencing (WGS) per 20 Juni 2021, Kementerian Kesehatan RI mencatat 211 kasus dari 2.242 sampel yang harus diwaspadai, 160 kasus (76%) di antaranya adalah varian Delta.

Itu berarti varian Delta mendominasi di Indonesia dan bukan tidak mungkin jumlahnya akan terus bertambah. (ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan