2 Anggota TNI Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan Iwan Budi dan Korupsi Tahun 2010, Benarkah?

ABOUTSEMARANG – Danpomdam IV/Diponegoro Kolonel Rinoso Budi membenarkan jika anggota TNI berinisial AG dan HR yang diperiksa punya keterkaitan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus korupsi Alih Aset Pemkot Semarang pada 2010 lalu.

Seperti diketahui, AG dan HR diperiksa karena diduga terlibat pembunuhan PNS Bapenda Kota Semarang Iwan Boedi, yang merupakan saksi kasus korupsi hibah tanah tahun 2010.

Kolonel Rinoso Budi juga membenarkan bahwa AG dan HR dekat dengan Wali Kota Semarang periode 2005-2010, Sukawi Sutarip.

“Dua orang ini memang dekat. Apalagi saudara AG ini istrinya berinisial NR adalah keponakan Pak Sukawi,” jelasnya di Markas Pomdam IV/Diponegoro, Kamis (13/10).

Danpomdam IV Diponegoro memaparkan jika proses penyidikan dari rekaman CCTV hingga penyidikan kepada dua anggotanya yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Iwan Budi Paulus.

Namun, dari hasil Pomdam IV/Diponegoro dugaan keterlibatan dua anggota TNI itu tak kuat. Hasil penyelidikan Pomdam, yang terekam CCTV merupakan pegawai Binus School yang sedang berangkat kerja.

“Setelah dicek ternyata saudara Dwi Evadianto, pegawai Binus School,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya belum bisa memastikan apakah pembunuhan itu berkaitan dengan kasus korupsi yang terjadi tahun 2010 itu atau tidak.

“Jadi kita belum bisa memastikan,” katanya.

Dia menambahkan, dugaan keterlibatan dua anggota TNI itu bermula dari adanya rekaman CCTV yang memperlihatkan AG melintas ke Kawasan Marina sebelum Iwan Boedi.

“Tersangka yang diduga anggota TNI itu melintas pukul 07.22 WIB. Sementara korban melintas pukul 07.24 WIB,” ungkapnya.

BACA JUGA :   Pemkot Semarang Bongkar Jembatan, Warga Pusponjolo Timur Gelar Aksi Protes di Atas Jembatan

Rinoso tak memungkiri jika pemeriksaan Polrestabes Semarang dan Pomdam ada yang berbeda. Saat diperiksa polisi, saksi berinisial AG mengaku melihat seseorang yang diduga anggota TNI di lokasi kejadian.

“Namun saat diperiksa Pomdam AG Portal mengaku tidak mengenal dua anggota TNI yang dimaksud,” paparnya.

Sampai saat ini, Pomdam IV/Diponegoro sudah memeriksa 26 saksi. Rinoso menegaskan pihaknya akan profesional mengungkap kasus tersebut.

“Dua saksi yang terperiksa dari anggota TNI berpangkat perwira dan bintara,” imbuhnya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan