27 Warga di Sekitar Gunung Semeru Dilaporkan Hilang, Tim SAR Kesulitan Mencari

ABOUTSEMARANG – Sebanyak 27 warga Lumajang dilaporkan hilang pasca erupsi Gunung Semeru hingga Senin (6/12) pukul 11.10 WIB.

Menurut Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, data orang hilang tersebut nantinya masih akan diverifikasi dan dilakukan pengecekan.

“Pengecekan dan validasi data terus dilakukan untuk memastikan status korban tersebut, hingga hari ketiga, posko tetap melakukan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kemungkinan warga yang menjadi korban awan panas guguran Gunung Semeru,” ucap Muhari melalui keterangan tertulisnya.

Dirinya menambahkan, hingga Senin siang sudah sebanyak 15 warga dilaporkan menjadi korban erupsi Gunung Semeru.

Dari jumlah tersebut 8 jiwa berasal di Kecamatan Pronojiwo, dan 7 orang berasal dari Kecamatan Candipuro, Lumajang.

“Total warga yang terdampak dari data yang dihimpun sebanyak 5.205 jiwa. Sementara itu, warga yang mengungsi berjumlah 1.707 jiwa yang tersebar di 19 titik,” ungkapnya.

BACA JUGA: Gubernur Jatim Sebut 17 Warga Meninggal Dunia Akibat Erupsi Semeru

Sementara itu Kabid Penanggulangan Bencana dan Logistik BPBD Lumajang Wawan Hadi menyatakan, tebalnya material vulkanik Gunung Semeru dan cuaca yang kurang bersahabat menjadi kendala bagi tim pencarian.

“Kedalaman mungkin sekitar 80 sentimeter, dan itu panas. Makanya itu kendalanya di situ, bukan lumpur biasa. Makanya harus lebih waspada karena harus menggunakan sepatu boat tahan api, sehingga tingkat kewaspadaan harus ditingkatkan,” kata Wawan.

Selain kendala material vulkanik Gunung Semeru, cuaca juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim pencarian. Mengingat hujan di kawasan puncak Gunung Semeru bisa berakibat munculnya aliran lahar yang mengarah ke sungai, yang membahayakan tim.

“Kalau sampai saat ini kendala memang cuaca dan sisa material itu. Sisa materialnya masih banyak,” tuturnya.**

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan