3 Warga Gunung Kidul Meninggal Akibat Antraks Usai Konsumsi Sapi Mati

ABOUTSEMARANG – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan sebanyak tiga warga di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), meninggal dunia akibat penyakit antraks yang ditularkan dari hewan ternak yang sudah mati.

“Ada tiga yang meninggal, kami koordinasi suda dengan dinas kesehatan dan dinas peternakan untuk melakukan tindaklanjut antraks ini,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Maxi Rein Rondonuwu.

Lebih lanjut, ketiga warga tersebut meninggal karena mengkonsumsi daging sapi yang sudah mati atau tidak sehat.

Ketiganya merupakan warga dari kecamatan yang sama yakni Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

“Kalau dari gejala meninggal ya kelihatan positif antraks,” sambung dia.

Sementara puluhan warga lainnya yang juga terjangkiti Antraks masih terus didalami pemeriksaan laboratoriumnya.

Pihaknya terus melakukan penguatan surveilans, dimana warga yang sakit segera diberi obat di rumah sakit.

Serta, berkoordinasi dengan kementerian pertanian untuk terus mengecek kesehatan hewan ternak warga.

Dugaan sementara kejadian itu disebabkan konsumsi daging sapi yang berlangsung saat perayaan Idul Adha 1444H/2023, sebab Kabupaten Gunung Kidul termasuk dalam daerah endemi antraks.

“Sapi bisa tertular saat memakan rumput yang mengandung virus antraks. Ada juga kemungkinan virus antraks yang selama ini mengendap di bawah tanah terangkat karena aktivitas penggarap, sebab antraks bisa bertahan hidup lama di permukaan tanah,” katanya.

Untuk itu masyarakat diimbau selektif memilah kualitas daging sapi, khususnya yang berasal dari peternakan di perkebunan endemi antraks.

Kepada masyarakat sekitar, pihaknya berpesan agar aktivitas berternak dilengkapi dengan alat pelindung diri seperti sepatu boot, sarung tangan, hingga pakaian yang menutup seluruh bagian tubuh. (***)

Sharing:

BACA JUGA :   Satgas Identifikasi Penyebab Kenaikan Kasus Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Indonesia

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan