30 Orang Saksi Diperiksa Atas Kasus Pembunuhan Iwan Boedi Termasuk Dukun

ABOUTSEMARANG – Ada sebanyak 30 orang diperiksa terkait kasus pembunuhan Paulus Iwan Boedi Prasetijo, PNS Bapenda Semarang.

Dari 30 orang tersebut diketahui ada seorang dukun dari Kabupaten Demak yang ikut diperiksa kepolisian.

“Memang ada seseorang yang diduga berprofesi sebagai dukun itu sedang diperiksa oleh penyidik Polrestabes (Semarang), tapi sejauh mana kita belum tahu,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Iqbal Alqudusy, di Semarang, Senin, 31 Oktober 2022.

Iqbal menyatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 30 orang saksi termasuk sejumlah rekan kerja korban.

“Ada sekitar 30-an saksi,” kata Iqbal.

Terkait dua orang saksi yang mencabut keterangan, Iqbal mengaku tak mempersoalkan itu. Pihaknya akan memperkuat keterangan saksi dan alat bukti yang lain.

“Memang ada dua orang yang mencabut kesaksian, itu adalah hak mereka, kita akan memperkuat kesaksian atau alat bukti yang lain,” jelasnya.

Sebelumnya, pengacara keluarga Iwan, Yunantyo Adi Setiawan menduga perubahan keterangan saksi itu berkaitan dengan adanya upaya obstruction of justice atau perintangan penyidikan.

“Kecurigaannya karena ada upaya obstruction of justice gitu aja, ada perintangan penyidikan,” kata Yunantyo usai mendampingi Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (28/10) pekan lalu. Menurut dia, keterangan saksi itu dinilai sangat penting.

“Hambatannya ada saksi yang mengubah keterangan juga, kemudian ada pemeriksaan saksi yang terkendala juga kerena Pomdam yang tadinya bersinergi menjadi agak sedikit lain yah,” ujar Yunantyo.

“Intinya ada perubahan keterangan itu yang dalam ,mungkin menuju standar pembuktian hukum pidana menjadi terkendala walaupun ada gambaran-gambaran, polisi sudah mempunyai gambaran-gambaran,” jelasnya.***

Sharing:

BACA JUGA :   5 Anggota Keluarga Iwan Budi Korban Pembunuhan di Semarang Kini Dapat Perlindungan LPSK

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan