4 Fakta Pengakuan Rachel Vennya Dalam Persidangan

ABOUTSEMARANG – Rachel Vennya telah ditetapkan sebagai tersangka aksi kabur dari karantina setelah melakukan perjalanan ke luar negeri.

Rupanya aksi kabur dari karantina sudah direncanakan matang sejak dirinya masih berada di Amerika Serikat. Hal itu terungkap di sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Jumat (10/12).

Dalam persidangan itu terungkap sejumlah fakta baru yang disampaikan Rachel Vennya kepada majelis hakim. Berikut 4 fakta baru kasus Rachel Vennya:

1. Kabur Begitu Sampai di RSD Wisma Atlet

Baca Juga : Dicap Sopan Oleh Hakim, Rachel Vennya Tak Dipenjara. Ini Komentar Warganet

Rachel Vennya ternyata sama sekali belum menjalankan karantina di Wisma Atlet. Bahkan dia belum melakukan registrasi.

“Saya naik DAMRI ke Wisma Atlet. Sampai di Wisma Atlet, langsung turun dan tidak sempat registasi. Keluar dari bus dijemput oleh TNI pulang ke rumah”,” kata Rachel.

2. Balik Lagi ke RDC Wisma Atlet Hanya Untuk Foto-Foto

Di jagat media sosial sempat ramai foto-foto Rachel Vennya berada di Wisma Atlet. Ternyata foto-foto tersebut hanya kamuflase. Hal ini merupakan langkah Rachel guna meyakinkan bahwa dirinya menjalani masa karantina di Wisma Atlet. Sebab dia ketahuan kabur dari Wisma Atlet oleh seorang pria bernama Jentro. Dia pun akhirnya kembali ke Wisma Atlet.

“Saya ketahuan sama Pak Jentro, saya langsung hubungi Ovel (petugas bandara),”

“Malam itu saya langsung ke Wisma, di situ saya foto untuk kirim ke Pak Jentro,” jelas Rachel Vennya.

3. Merasa Tak Nyaman Dikarantina

Rachel Vennya mengaku alasannya kabur dari RSD Wisma Atlet karena tidak nyaman. Dia ternyata sudah pernah dikarantina sehingga kapok masuk Wisma Atlet. Rachel lalu menghubungi seseorang bernama Ovelina untuk membantunya bisa lolos dari karantina.

“Sebelumnya saya sudah pernah dikarantina selama lima hari pulang dari Dubai dan saya enggak nyaman.” ungkapnya.

4. Sogok Rp40 Juta

Rachel Vennya mengaku mengeluarkan uang sebesar Rp40 juta untuk bisa lolos dari kewajiban karantina . Uang tersebut ia transfer ke Ovelina. Wanita ini lah yang mengarahkan dia sejak dari bandara.

“Memang menelpon Ovelina untuk minta bantuan. Yang mengurus mbak Ovel, saya ikuti arahan dari dia saja,” katanya.

Sementara itu, Ovelina Pratiwi yang juga menjadi terdakwa dalam kasus tersebut, mengatakan uang sebesar Rp 40 juta tersebut merupakan permintaan Satgas Covid-19. Untuk bisa lolos dari karantina, Satgas meminta Rp 10 juta per kepala.

“Jadi angka itu keluar dari satgas sendiri. Satgas minta satu orang Rp10 juta. Saya sampaikan itu ke Rachel, dan dia kirim Rp 40 juta,” kata Ovelina.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan