5 Anggota Keluarga Iwan Budi Korban Pembunuhan di Semarang Kini Dapat Perlindungan LPSK

ABOUTSEMARANG – Keluarga Iwan Budi Paulus, ASN Pemkot Semarang yang menjadi korban pembunuhan resmi diberikan perlindungan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Berdasarkan keterangan Wakil Ketua LPSK Antonius Wibowo, ada lima anggota keluarga yang mendapat perlindungan dari LPSK.

“Ada lima anggota keluarga yang memperoleh perlindungan,” kata Antonius Wibowo di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 11 Januari 2023.

Adapun dari kelima anggota keluarga yang mendapatkan perlindungan di antaranya istri almarhum Iwan Budi, Theresia Onee Anggarawati, dan empat orang anaknya.

“LPSK melakukan penilaian terhadap tingkat ancaman. Bu Onee ini kan keluarga korban, saksi pelapor,” ujarnya.

Terkait pemberian perlindungan oleh LPSK ini, Antonius mengatakan sudah efektif diberikan setelah permohonan disetujui pada 26 Desember 2022.

Dengan adanya pemberian perlindungan kepada lima anggota keluarga Iwan Budi, maka hingga saat ini, total sudah ada delapan orang yang mendapat perlindungan dari LPSK berkaitan dengan kasus pembunuhan Iwan Budi.

Tiga orang yang sebelumnya telah berada di bawah perlindungan LPSK merupakan saksi yang terdahulu sudah dimintai keterangan berkaitan perkara ini.

Sebelumnya, sesosok jasad ditemukan terbakar bersama sebuah sepeda motor di kawasan Pantai Marina, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 8 September 2022.

Bersama dengan jasad dan sepeda motor yang merupakan kendaraan dinas milik Iwan Budi tersebut ditemukan papan nama identitas serta telepon seluler yang diduga milik Iwan Budi Paulus.

Iwan Budi dilaporkan menghilang sehari sebelum diperiksa sebagai saksi di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng terkait dugaan korupsi sertifikasi aset.

BACA JUGA :   Ternyata Ini 2 Jurusan UIN Walisongo Semarang yang Jadi Favorit di SNBT 2024

Dalam penyelidikan perkara ini, Polisi Militer Kodam IV/ Diponegoro juga telah memeriksa dua anggota TNI yang diduga terkait peristiwa pembunuhan tersebut.

Namun, Pomdam Diponegoro belum memiliki bukti permulaan yang cukup tentang keterlibatan keduanya.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan