5 Rekomendasi Tempat Wisata di Kota Semarang yang Punya Nuansa Tiongkok

ABOUTSEMARANG – Artikel ini berisi informasi 5 rekomendasi tempat wisata bernuansa Tiongkok di Kota Semarang.

Seperti diketahui, Kota Semarang tidak hanya terkenal dengan berbagai wisata sejarah era masa penjajahan Belanda.

Namun, di beberapa lokasi, Kota Semarang juga memiliki objek wisata bernuansa Tiongkok yang pastinya sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Lantas mana saja objek wisata bernuansa Tiongkok yang ada di Kota Semarang? Simak rekomendasi tempatnya berikut ini.

  1. Kelenteng Sam Poo Kong

Adapun salah satu objek wisata bernuansa Tiongkok di Kota Semarang yang pertama adalah Klenteng Sam Poo Kong.

Bangunan yang memiliki corak merah menyala ini diketahui dulunya menjadi petilasan atau tempat singgah seorang Laksamana Muslim asal Negeri Tiongkok yaitu Laksamana Cheng Ho.

Klenteng Sam Poo Kong sendiri terletak di daerah Simongan, sebelah barat data Kota Semarang.

Bangunan yang terkenal di kalangan wisatawan ini memiliki perpaduan budaya Islam dan Tiongkok yang begitu kental.

Tak hanya itu, Sam Poo Kong juga menjadi saksi bisu penyebaran agama Islam di Semarang.

Selain itu, di kompleks wisata Sam Poo Kong juga diketahui terdapat sebuah makam dari seorang juru kemudi kapal Laksamana Cheng Ho.

  1. Masjid Cheng Ho

Masjid Cheng Ho/Ist

Masjid Cheng Ho ini berada tepat di sebelah Klenteng Sam Poo Kong. Sesuai namanya, masjid ini merupakan salah satu peninggalan dari Laksamana Cheng Ho semasa menetap di Kota Semarang.

Keunikan dari masjid ini yaitu memiliki arsitektur khas Tiongkok di setiap sudut bangunannya. Namun, sayangnya, masjid ini sudah tidak lagi dipakai sebagai tempat ibadah.

BACA JUGA :   Pengusaha Asal Semarang yang Ngaku Diperas Jaksa Ditangkap di Bandara Ahmad Yani

Sehingga pengunjung hanya dapat berfoto dengan latar belakang masjid ini.

  1. Klenteng Tay Kak Sie

Klenteng Tay Kak Sie/Ist

Mungkin banyak orang yang belum tahu dengan klenteng satu ini. Tapi perlu diketahui bahwa Klenteng Tay Kak Sie sendiri memiliki kisah yang tak kalah menarik dibandingkan Klenteng Sam Poo Kong loh.

Klenteng Tay Kak Sie atau dikenal dengan Da Jue Si berdiri di Jalan Gang Lombok, Semarang.

Tay Kak Sie dibangun pada tahun 1746 dan bangunan ini diketahui hanya dikhususkan untuk memuja Dewi Welas Asih, Kwan Sie Im Po Sat.

Kemudian, seiring perkembangannya, klenteng ini berubah fungsi menadi klenteng besar dan dipakai sebagai rumah ibadah untuk memuji dewi-dewi Tao.

Apabila berkunjung di klenteng ini, di depan pintu masuk terdapat sebuah papan besar bertuliskan Tay Kak Sie lengkap dengan pemerintahan Kaisar Dao Guang dari Dinasti Qing yaitu 1821-1850.

Adapun untuk Tay Kak Sie sendiri apabila diartikan mempunyai makna “Kuil Kesadaran Agung”.

  1. Pagoda Avalokitesvara Watugong

Pagoda Avalokitesvara Watugong/Ist

Pagoda Avalokitesvawa Watugong ini merupakan tempat ibadah untuk umat budha yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan Markas Kodam IV Diponegoro, Watugong, Semarang. Pagoda ini menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 45 meter.

Pagoda Buddhagaya juga dikenal dengan nama Pagoda Dewi Kwan Im. Sebutan ini ditujukan karena terdapat patung Dewi Kwan IM yang akan menyambut Anda saat berkunjung kesini.

Pagoda ini juga memiliki nama lain Pagoda Metakaruna atau Pagoda Cinta Kasih karena keberadaannya untuk menghormati figur Kwan Sie Im Po Sat, sang Dewi cinta kasih.

Dalam pagoda ini dibangun patung Bodhisattva Avalokiteswara yang berdiri kokoh menghiasi interior bangunan pagoda. Umat budha biasa melakukan ritual Tjiam Shi di pagoda ini, sebuah ritual untuk mengetahui nasib manusia.

  1. Kawasan Pecinan Semarang

Gapura Pecinan Semarang dengan gaya oriental yang khas. Google Maps/Arief Syarifuddin

Pecinan Semarang merupakan salah satu bukti keharmonisan antarkultur yang terjadi di Indonesia.

BACA JUGA :   Digaji Rp 30 Juta Per Bulan, 8 Dept Colleptor Ditangkap Polisi Usai Lakukan Penarikan Paksa

Kawasan Pecinan Semarang terbentuk karena campur tangan pihak Belanda di abad ke-17. Warga Tionghoa di Batavia yang melakukan pemberontakan pada saat itu kemudian dipindahkan ke Semarang.

Di kota inilah masyarakat Tionghoa ditempatkan di suatu wilayah dengan pengawasan ketat dari pemerintah Hindia-Belanda saat itu. Wilayah ini kemudian tumbuh dan berkembang menjadi Pecinan seperti sekarang ini.

Berkunjung ke Semarang belum lengkap jika belum mengunjungi kawasan yang kental oleh budaya Tionghoa ini.

Pecinan Semarang menyajikan perpaduan wisata religi serta kuliner yang sayang untuk dilewatkan.

Wisatawan tidak perlu membayar sepeserpun untuk memasuki kawasan Pecinan Semarang. Objek wisata ini bisa dikunjungi oleh siapa saja tanpa tiket.

Kawasan wisata ini 24 jam terbuka untuk umum. Waktu yang paling tepat untuk berkunjung adalah di akhir pekan ketika digelar pasar kuliner Semawis.

Itu tadi informasi 5 rekomendasi tempat wisata bernuansa Tiongkok di Kota Semarang. Semoga bermanfaat.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan