Aksi Solo Cycling Penggalangan Dana untuk Penyandang CdLS Tiba di Semarang

ABOUTSEMARANG – Kegiatan sosial yang dilakukan oleh Arto Biantoro melalui Xtreme Impact dengan solo cycling dari Jakarta telah tiba di Yayasan CdLS Indonesia, Semarang pada Minggu (20/3).

Xtreme Impact merupakan program inisiatif dari Gambaranbrand yang dibentuk untuk membantu sesama dengan cara-cara yang bersifat “ekstrim”, namun juga kreatif dan menyenangkan.

Di tahun ini, Arto Biantoro kembali hadir melakukan Extreme Impact yang merupakan “Aksi Cycling”. Aksi sosial mengayuh sepeda dari Jakarta dan finish di Kota Semarang. Perjalanan menggowes ini dilakukan dalam waktu 3 hari dengan tujuan menggalang dana operasional untuk membantu kebutuhan Yayasan CdLS Indonesia.

Sebagai informasi, Cornelia de Lange Syndrome atau CdLS adalah kelainan langka genetik yang disebabkan karena adanya mutasi gen saat proses pembuahan pada rahim. Terdapat 22 kelainan langka yang dimiliki oleh para penyandang CdLS, yang mana hal ini dapat mempengaruhi antara 1/10.000 sampai 1/60.000 kelahiran. Di Indonesia sendiri, diperkirakan kasusnya terjadi di setiap 1/30.000 kelahiran, yang mana sejauh ini sudah terdata sekitar 160 kasus penyandang CdLS.

Arto Biantoro dalam seminar bertajuk Mengenal & Peduli CdLS “Support – Donate – Engage” di Ruang Theater, Gedung Thomas Aquinas, Kampus 1, Universitas Katholik Soegijapranata./ dok.

Tak hanya penggalangan dana, Arto Biantoro juga mensosialisasikan CdLS kepada masyarakat. Menurut Arto, banyak masyarakat baru menyadari adanya kelainan langka ini. Mereka membaca melalui media dan kemudian tergerak untuk mendalami tentang CdLS.

“Program ini mendapatkan respons positif dari banyak pihak, termasuk masyarakat umum dan pemerintah,” kata Arto.

BACA JUGA :   Resmob Polrestabes Semarang Tangkap Ayah Kandung, Tersangka Kekerasan Seksual Pada Anak Hingga Meninggal Dunia

Arto berharap dari aksi sosial ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membangkitkan rasa kepedulian terhadap teman-teman CdLS di Indonesia.

“Saya berharap respons ini terus berjalan dan mendorong adanya dukungan untuk kelainan langka yang lain,” tuturnya.

Kegiatan Xtreme Impact ditutup dengan menggelar seminar bertajuk Mengenal & Peduli CdLS “Support – Donate – Engage” di Ruang Theater, Gedung Thomas Aquinas, Kampus 1, Universitas Katholik Soegijapranata Semarang pada Senin (20/3).

Koko Prabu, ketua Yayasan CdLS mengatakan bila anak-anak dengan CdLS sangat bergantung dengan peralatan medis dan obat-obatan. Dukungan sangat dibutuhkan untuk para orang tua yang anaknya mebgalami CdLS.

“Anak-anak dengan CdLS akan sangat tergantung pada alat-alat medis, obat-obatan, popok sekali pakai dan bantuan orang lain sepanjang hidupnya. Orang tua anak-anak dengan CdLS sangat membutuhkan dukungan dari semua pihak agar putra-putrinya dapat hidup layak lebih lama,” ujarnya.

Acara ini turut dihadiri dokter spesialis anak dr. Riza Sahuuni, M.Kes., Sp. A., dosen Fakultas Kedokteran SCU dr. Indra Adi Susianto, Msi, Med, Sp. OG., dan dosen Fakultas Pertanian Dyah Wulandari, Ph.d., sebagai narasumber acara.

Dalam kesempatan itu hadir juga Rektor SCU, Dr. Ferdinand Hindarto, S. Psi., M. Si. Rektor mendukung adanya kegiatan ini. Ia berharap agar kegiatan ini dapat berkelanjutan.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan CdLS semakin dikenal di Indonesia, sehingga mengundang banyak keterlibatan ahli pangan, psikolog, dan dokter anak agar mampu membuka jalan bagi para orang tua penyandang CdLS mendapatkan dukungan dan bantuan semua pihak. Banyaknya pihak yang terlibat harapnya juga akan menemukan penelitian baru yang dapat memperpanjang masa dan memperbaiki kualitas hidup anak-anak penyandang CdLS.

BACA JUGA :   Tingkatkan Pelayanan Warga Binaan, Lapas Semarang Dapat Tambahan Dua Kendaraan Operasional

(atn)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan