Aloon-Aloon Semarang dan Pusat Kuliner Ditutup Sementara, Ini Alasannya

ABOUTSEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bakal melakukan perbaikan di kawasan Aloon-Aloon Semarang yang berada tepat di depan Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman.

Sehubungan dengan hal tersebut, pedagang kaki lima (PKL) yang saat ini berjualan dilokasi tersebut bisa pindah karena pusat kuliner akan ditutup untuk sementara waktu.

Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta maaf kepada semua pihak yang merasa kurang berkenan dengan rencana penutupan Aloon-Aloon.

Pihaknya bahkan berencana akan berkunjung ke kiai dan nadhir Masjid Kauman untuk memohon izin dan juga menyampaikan rencana perbaikan kawasan cagar budaya tersebut.

“Nanti saya akan sowan ke Pak Kiai, ke nadhir, mohon izin untuk memperbaiki Aloon-Aloon dulu,” kata Ita, sapaan akrabnya, Jumat (28/4).

Ita melihat ada beberapa bagian di Aloon-Aloon sudah banyak yang rusak. Sehingga ia meminta kepada Dinas Perdagangan (Disdag) untuk melakukan perbaikan dan pembenahan kembali.

“Misalnya itu kan banyak keramik yang rusak. Rumput di atas juga sudah tinggi semua,” bebernya.

Ia menyebut pada saat bulan Ramadhan kemarin, PKL juga sudah memanfaatkan kawasan Aloon-Aloon untuk berdagang selama 30 hari penuh. Maka setelah Lebaran ini dinilai tidak banyak aktivitas sehingga ia meminta Disdag melakukan pembenahan fasilitas yang rusak.

“Kalau diperbaiki ya wajar dong, kemarin Taman Indonesia Kaya juga diperbaiki. Jangan jadi polemiklah. Ini hanya untuk membenahi. Kemarin keramik sudah rusak, kita harus benahi,” ungkapnya.

Ita menyebut, bahkan gazebo yang sebenarnya tidak untuk berjualan juga dipakai untuk berjualan dan saat ini kondisinya kumuh. Sehingga momentum libur pada 1 Mei mendatang akan dimanfaatkan untuk membersihkan sekaligus memperbaiki kawasan Aloon-Aloon.

BACA JUGA :   Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya Hari Ini Rabu, 14 Februari 2024

“Hanya saja, kalau pakai surat, kadang-kadang salah paham, saya memahami mungkin ada rasa kaget seperti apa, kemarin sudah saya sampaikan ke dinas perdagangan jangan pakai surat, sowan-lah. Kalau surat itu kadang-kadang, persepsi orang berbeda,” paparnya.

Ita menekankan bahwa sebagai bagian dari cagar budaya, Aloon-Aloon Semarang ini harus dijaga dan dipelihara. Pasalnya, kawasan tersebut seperti halnya kawasan Kota Lama yang masuk dalam kawasan cagar budaya.

“Ini harus dipahami semua pihak, sehingga misalnya tidak boleh memakai paku untuk buat lapak, dan harus dijaga kebersihannya. Aloon-aloon itu akan jadi obyek wisata, jadi harus dirawat,” jelas Ita.

Ita juga berharap kawasan seputar Pasar Johar termasuk Aloon-Aloon ini bisa hidup. Bahkan dirinya bercita-cita menjadikan Pasar Johar seperti Tanah Abang atau Thamrin City yang ada di DKI Jakarta yakni sebagai pusat grosir pakaian. Oleh sebab itu, ia meminta kepada semua pihak bisa memahami dengan kebijakan yang dilakukan oleh Pemkot Semarang.

“Prinsipnya akan kita buat bagus. Mohon maaf kalau ada hal-hal yang kurang berkenan, intinya adalah Aloon-Aloon menjadi bagus dan bersih,” pungkasnya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan