Anak DJP Aniaya Anak Pengurus GP Ansor Viral, Kepemilikan Mobil Rubicon Dipertanyakan

ABOUTSEMARANG – Viral di media sosial soal seorang pemuda berinisial D yang diduga merupakan anak pengurus pusat GP Ansor menjadi korban penganiayaan oleh pengemudi mobil Rubicon dan teman-temannya di daerah Jakarta Selatan.

Sementara untuk pelaku sendiri diduga merupakan anak pejabat pajak Kementerian Keungan (Kemenkeu). Terungkap identitas pelaku tersebut bernama Mario Dandy Satriyo.

Melansir dari akun Twitter @LenteraBangsaa_, disebutkan Mario adalah anak pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu Rafael Alun Trisambodo.

Terkait hal tersebut, Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo lantas mengonfirmasi identitas terduga pelaku memang merupakan anak dari pejabat eselon III di lingkungan kantor wilayah (kanwil) Jakarta Selatan II.

“Orang tuanya salah satu pejabat eselon III di lingkungan Kanwil Jakarta Selatan II,” ujar Yustinus dikutip About Semarang, Rabu, 22 Februari 2023.

Adanya kasus penganiayaan tersebut membuat banyak masyarakat kemudian penasaran dengan harta kekayaan yang dimiliki oleh orang tua pelaku. Pasalnya diduga mobil Rubicon yang dikendarai Mario tidak tercatat di dalam laporan harta kekayaan Rafael, ayah pelaku penganiayaan.

Terkait kekayaan Rafael melansir dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN), ia memiliki total kekayaan Rp56.104.350.289, dan tidak memiliki utang sama sekali.

Secara rinci, Rafael diketahui memiliki harta kekayaan sebesar Rp51,93 miliar berbentuk tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Sleman DIY, dan Manado.

Untuk tanah dan bangunan yang memiliki nilai paling besar diketahui berada di daerah Jakarta Barat yaitu berupa tanah seluas 766 meter persegi, dengan luas bangunan 599 meter persegi. Harta tersebut tercatat memiliki nilai mencapai Rp21,91 miliar.

BACA JUGA :   DJP Jateng I Sosialisasikan Sadar Bayar Pajak Sejak Dini ke Pelajar di Semarang

Kemudian Rafael juga diketahui memiliki tanah seluas 324 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp13,55 miliar.

Adapun dari 11 daftar tanah dan bangunan yang didaftarkan, empat di antaranya hanya berbentuk tanah. Sementara sisanya terdapat bangunan di atas tanah tersebut.

Alat transportasi yang didaftarkan Rafael dalam LHKPN adalah Toyota Camry 2008 senilai Rp125 juta dan Toyota Kijang keluaran 2018 senilai Rp300 juta.

Rafael juga memiliki harta bergerak lain sebanyak Rp420 juta, surat berharga mencapai Rp1,55 miliar, kas dan setara kas Rp1,3 miliar, serta harta lainnya Rp419 juta.

Dalam LHKPN tersebut, tidak disebutkan Rafael memiliki Rubicon yang digunakan oleh anaknya dalam kasus penganiayaan.

Rubicon berwarna hitam dengan nopol B 2571 PBP ini juga diduga telat membayar pajak tahunan. Ia juga belum melapor LHKPN tahun 2022.

Yustinus mengungkapkan pihaknya masih menunggu keterangan dari kepolisian terkait kepemilikan Rubicon ini.

“Mengenai hal ini kami masih menunggu informasi dari pihak berwenang mengenai kepemilikan,” tegas Yustinus.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan