Antisipasi Banjir, DPRD Kota Semarang Dorong Pemerintah Untuk Lakukan Penanganan Permanen

ABOUTSEMARANG – Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman terus mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk melakukan berbagai langkah guna mengantisipasi banjir yang ada dibeberapa titik di Kota Semarang.

Penanganan darurat seperti pemberian sembako, pendirian tenda pengungsian hingga dapur umum memang telah dilakukan Pemkot Semarang yang bekerjasama dengan banyak pihak.

Bahkan relawan yang turun untuk ikut membantu penanganan banjir yang terjadi sejak Sabtu (31/12/2022) kemarin juga terus mengalir.

Namun, Pilus, sapaan akrabnya, melihat tidak hanya penanganan darurat saja yang dibutuhkan tapi juga penanganan secara permanen.

Misalnya saja banjir di wilayah timur Kota Semarang harus segera dilakukan penanganan secara permanen misalnya dengan membuat sheetpile atau penambahan rumah-rumah pompa.

“Kalau wilayah barat air langsung habis tapi menyisakan masalah karena tanggul jebol dan butuh biaya besar untuk memperbaikinya. Pemerintah harus bergerak cepat agar warga tidak lagi jadi korbannya,” kata Pilus, Selasa (3/1).

Pilus menyebut sungai-sungai yang seperti Tenggang dan Sringin di wilayah timur, serta Beringin dan Plumbon di wilayah barat memang masih berada dibawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana.

Untuk itu, Pilus meminta agar BBWS bisa segera melakukan penanganan darurat yang dilanjutkan dengan penanganan permanen.

“BBWS bisa segera lakukan penanganan secara keseluruhan, misalnya membangun sheetpile,” tuturnya.

Wilayah barat, misalnya, Sungai Plumbon dirasa sudah harus dilakukan normalisasi. Apalagi talud yang ada di Sungai Plumbon lebih tinggi dari pemukiman warga. Tak hanya itu sedimentasi yang cukup tinggi membuat sungai semakin dangkal.

BACA JUGA :   2 kali Terbakar dalam Sepekan, DPRD Kota Semarang Minta Lakukan Evaluasi dan Audit Semua Koridor Trans Semarang

“Plumbon harus segera di normalisasi, taludnya lebih tinggi dari rumah warga dan ini sangat mengancam warga,” ungkap Pilus.

Sementara Sungai Beringin yang saat ini baru selesai dilakukan normalisasi, Pilus menyebut normalisasi tersebut belum sempurna.

Ia meminta normalisasi Sungai Beringin harus segera disempurnakan yakni dilanjutkan hingga ke sisi selatan sungai agar nantinya juga bisa dilakukan pembangunan sheetpile.

“Tahap pertama normalisasi beringin target Desember selesai, tapi masih harus disempurnakan dan belum sampai Wonosari bagian atas karena idealnya sampai bagian atas,” tandasnya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan