Apa Saja Ketentuan Perjalanan Udara Pascaperpanjangan PPKM Level 4?

ABOUTSEMARANG – Ketentuan Perjalanan udara Pascapengumuman perpanjangan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat PPKM Level 4 yang berlaku tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021, PT Angkasa Pura I (Persero) menyatakan untuk mendukung penuh implementasi kebijakan pemerintah yang diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu (25/7) malam.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi menjelaskan Implemantasi kebijakan tersebut khususnya dalam hal pengawasan terhadap ketentuan pelaku perjalanan udara orang dalam negeri. Hal itu ditujukan untuk menekan laju penularan Covid-19 dalam moda transportasi udara.

“Kami juga menjalin koordinasi dengan instansi komunitas bandara dalam implementasinya. Petugas kami di lapangan secara ketat telah menerapkan protokol kesehatan. Ini untuk menekan laju penularan Covid-19 dalam moda transportasi udara,” ujar Faik Fahmi, Senin (26/7).

Ketentuan perjalanan udara tersebut didasari Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor SE 53 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 45 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dalam Surat Edaran Nomor SE 53 Tahun 2021 yang resmi berlaku mulai tanggal 19 Juli tersebut, mengatur persyaratan bagi calon penumpang penerbangan antarbandara di Pulau Jawa, penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa, dan penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Bali, yaitu sertifikat vaksin pertama, surat keterangan hasil negatif tes RTPCR yang sampelnya diambil maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Sementara untuk calon penumpang pesawat udara dengan rute di luar wilayah Jawa dan Bali, diwajibkan untuk melengkapi diri dengan persyaratan berikut surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan atau surat keterangan hasil negatif rapid tes antigen yang sampelnya diambil maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Sejak ditetapkannya masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 Juli lalu, hingga tanggal 25 Juli, tercatat sebanyak 600.897 penumpang pesawat udara telah terlayani di 15 bandara di bawah pengelolaan Angkasa Pura I.

Penumpang sebanyak itu terlayani melalui 11.461 pergerakan pesawat udara. Sementara untuk trafik kargo, sebanyak 23.128.328 kg barang tercatat telah terlayani di 15 bandara Angkasa Pura I.

“Pada masa implementasi PPKM Darurat ini, terdapat tren penurunan jumlah pergerakan penumpang, pesawat udara, serta kargo di bandara yang kami kelola. Untuk penumpang, ada penurunan yang sangat drastis, yaitu hingga 76%. Untuk pergerakan pesawat udara dan kargo, masing masing mengalami penurunan 54% dan 16%. Dapat dikatakan, penurunan ini menjadi pertanda bahwa kebijakan PPKM Darurat mampu menekan pergerakan warga masyarakat melalui transportasi udara,” kata Faik Fahmi. (ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan