Arafah Rianti Mengaku Terdampak Jam Malam PPKM Darurat: Mau Makan Apa Om!

ABOUTSEMARANG – Komedian dan Komika Arafah Rianti mengaku sangat berdampak akibat Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Arafah Rianti sangat terdampak PPKM Darurat karena usaha rental PS miliknya sepi pengunjung sejak pemberlakukan jam malam di daerahnya.

Menurut Arafah Rianti, rental PS sebenernya mulau ramai pengunjung sejak pukul 19.00 hingga 24.00 WIB.

Namun dengan adanya aturan jam malam, usaha miliknya harus tutup lebih cepat di saat ramai pengunjung dan membuat penghasilannya berkurang.

“Pemasukannya kurang gue jadi berkurang banget. Dari pagi sampai jam 8 (malam) aja bolehnya. Kan orang ke rental PS itu enggak mungkin pagi-pagi kayak langsung kepikiran mau main bola di rental PS,” kata Arafah di kanal YouTube Deddy Corbuzier yang tayang pada Kamis (22/7).

Sementara Arafah harus tetap membayar penuh sewa ruko tempat rental PS-nya dan menggaji dua karyawan yang bekerja di rental tersebut.

Selama PPKM Darurat ini, uang yang didapat dari rental PS tidak mencukupi untuk membayar gaji karyawan. Deddy Corbuzier lantas memberi saran kepada Arafah untuk mengurangi gaji karyawannya daripada usaha rental PS itu bangkrut.

Namun Arafah yang juga merupakan tulang punggung keluarga tidak tega melakukan itu. Ia memikirkan kesejahteraan karyawannya jika gaji dengan nominal yang tidak terlalu besar itu harus dipotong.

“Nanti dia mau makan apaan om,” katanya. “Kasihan kalau dipotong gajinya kecil.” Walaupun begitu, Arafah juga tidak ingin usaha rental PS-nya terus-menerus merugi seperti saat ini.

Total ada 10 PS yang disewakannya. Harga rental PS 3 Rp 5 ribu per jam, sedangkan Rp 8 ribu per jam untuk PS 4. Sebelum PPKM Darurat, pemasukannya bisa mencapai Rp 300-400 ribu per hari.

Tetapi sejak PPKM Darurat hanya Rp 50-100 ribu per hari. Jika dihitung dalam satu bulan, Arafah hanya mendapatkan Rp 3 juta dan harus membayar sewa ruko sebesar Rp 2,5 juta.

“Sisa Rp 500 ribu, karyawan dua masa Rp250 – 250 ribu. Sehari berarti dia dapat Rp 7 ribu doang, mau makan apaan Rp 7 ribu?” katanya.

Arafah Rianti berharap PPKM Darurat ini cepat selesai sehingga para pemilik usaha sepertinya tidak harus merugi terlalu lama. (red/tmp)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan