Awas Terkecoh! Ini 4 Perbedaan Kerang dan Tiram

ABOUTSEMARANG – Belakangan ini banyak restoran-restoran di Indonesia yang memasukkan makanan mentah ke dalam daftar buku menu mereka. Menu makanan mentah disini yakni berupa olahan seafood.

Jenis seafood yang baru-baru ini viral adalah oyster atau tiram yang dimakan secara mentah. Tiram berbeda dengan kerang loh, cara pengolahan, menikmati dan bumbu yang digunakanpun cukup berbeda.

Pernahkah kamu membandingkan tampilan kerang dan tiram? Sekilas kalau kamu perhatikan keduanya tampak mirip, bukan? Memang cukup banyak orang yang terkecoh dengan tampilan kedua makhluk air ini. Padahal, bila dilihat dengan saksama keduanya merupakan hewan laut yang berbeda, lho.

Pada dasarnya, kerang dan tiram memang memiliki dua bagian cangkang berengsel yang bisa tertutup dan terbuka, serta di dalamnya sama-sama berisi tubuh atau daging yang biasa kita makan.

Baca Juga : Resep dan Tips Ayam Kung Pao Pedas Favorit Keluarga

Selain itu, keduanya pun berasal dari spesies yang sama yakni moluska bivalvia. Meski begitu, tak menutup kemungkinan bahwa keduanya memiliki perbedaan-perbedaan lain, lho. Mulai dari habitat, tekstur, rasa, penampilan, cara penggunaan, hingga nutrisi.

Dalam satu porsi atau tiga ons, kerang dan tiram dikemas dengan kandungan gizi yang melimpah dan relatif rendah kalori, menjadikannya pilihan makanan sehat.

Tiram diketahui mengandung sekitar 7 gram protein dalam satu porsi, dan kaya akan vitamin D, vitamin B12, seng, besi, serta selenium.

Sedangkan, dalam satu porsi makanan laut itu menawarkan sebanyak 20-25 gram protein. Kerang juga diketahui kaya akan kandungan lain, seperti zat besi, vitamin B12, vitamin C, serta niacin dan selenium.

Lantas, apa saja perbedaan kerang dan tiram?

1. Tempat tinggal

Mengutip My Live Lobster, kerang dan tiram bisa hidup di air tawar ataupun air asin. Namun, pada umumnya mereka sering terlihat di laut (air asin) daripada danau atau sungai air tawar; terlebih tiram. Tiram begitu suka hidup di pantai lantaran banyaknya bebatuan yang dijadikannya habitat mereka.

Biasanya, tiram suka menempel pada batu dan permukaan keras lainnya di bawah air. Tak jarang juga mereka mungkin menempel pada cangkang tiram lain, yang membantu mereka membentuk terumbu. Di sisi lain, kerang terlihat sering mengubur diri ke dalam pasir di dasar laut. Hal ini bukan hanya tentang apa yang menjadi rasa yang nyaman bagi mereka; tetapi hal itu juga merupakan bentuk perlindungan diri dari hewan laut lain.

2. Tekstur Cangkang

Lantaran lebih suka tinggal di daerah bebatuan, membuat oyster/tiram memiliki cangkang yang jauh lebih kasar daripada kerang. Jika dilihat, maka kebanyakan cangkang tiram memiliki sisi dan permukaan yang bergelombang. Lain halnya dengan cangkang kerang yang lebih halus. Ya, hal itu bisa didapat kerang, karena kerang terbiasa masuk dan keluar dari pasir.

3. Warna Cangkang

Biasanya cangkang kerang dan tiram tampak warna-warni, tetapi umumnya berwarna cokelat dan abu-abu. Tak hanya memiliki warna yang hampir sama, daging mereka juga terlihat mirip. Hanya saja, daging kerang berwarna putih hingga cokelat, sedangkan tiram terlihat lebih keabu-abuan.

4. Rasa dan Tekstur Daging

Soal rasa, sejatinya keduanya memiliki rasa dan tekstur yang mirip, mengingat mereka sama-sama berasal dari jenis air yang sama. Namun, mereka tentu memiliki perbedaan. Kerang cenderung memiliki rasa yang kuat dan lebih asin daripada tiram.

Sedangkan tiram sering digambarkan memiliki rasa yang lebih manis, hampir seperti mentega. Hal inilah yang membuatnya kerap dimakan langsung saat masih mentah. Karena tanpa saus tambahan, tiram sudah memiliki rasa khas.

Selain itu dari segi tekstur, kerang akan terasa lebih kenyal daripada tiram. Sementara tiram memiliki tekstur yang halus, baik dimakan mentah atau dimasak.

Jika digigit, maka tiram terasa jauh lebih empuk daripada kerang. Tetapi hal ini juga tergantung pada jenis kerang yang dimakan. Beberapa kerang, seperti littleneck, dikenal memiliki tekstur yang berair dan empuk.

Meskipun tiram kerap dikonsumsi mentah, namun keduanya juga bisa diolah menjadi berbagai hidangan matang. Seperti halnya diolah menjadi rebusan, sup krim, tumisan, dan hidangan kukus.

(atn)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan