Bahaya Pinjaman Online Mengintai, Lapor Polisi Saja

Aboutsemarang,- Penipuan pinjaman online kian marak melanda masyarakat.

Atas kasus ini, kepolisian meminta seluruh masyarakat yang pernah menjadi korban pinjaman online ilegal segera lapor untuk diusut tuntas.

“Itu sudah tindakan kriminal, biarlah kepolisian yang menyelesaikan,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing, sebelum menjadi pembicara dalam lokakarya Waspada Investasi Ilegal yang digelar kantor Otoritas Jasa Keuangan Solo, Jumat 11 Juni 2021.

Menurutnya, ada dua sisi yang menyebabkan kasus kriminalitas pinjaman online(pinjol) ilegal ini marak yakni dari sisi pinjol ilegal atau bisa jadi pemahaman masyarakat yang kurang.

Nah, hingga kini saja pihak kepolisian sudah menutup lebih dari 3000 pinjol ilegal yang meresahkan masyarakat.

Meski begitu, kemajuan teknologi ini tidak menutup kemungkinan para penyedia jasa pinjol ilegal akan melakukan aksinya lagi. Ibarat kata pagi ditutup sore dibuka lagi dengan nama yang berbeda.

Apalagi dari kebanyakan pinjaman online (pinjol) menarik masyarakat dengan mudah. Mereka menawarkan pinjaman dana dengan proses mudah dan cepat. Hanya berupa foto KTP dan isi data.

Untuk mencegah maraknya pinjol ilegal, pihak kepolisian juga telah memberikan edukasi
untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pinjaman online, bekerja sama dengan berbagai lembaga.

Namun lantaran terdesak kebutuhan ekonomi, banyak orang mengabaikan rambu-rambu, asal bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah.

Tongham juga berpesan pada masyarakat, jika ingin mengajukan pinjaman ke pinjol ada beberapa tips yang perlu dilakukan.

1. Carilah pinjol atau P2P landing legal yang terdaftar di OJK.

2. Jika bunga pinjaman sangat tinggi dan dirasa memberatkan, mintalah restrukturisasi seperti keringanan bunga, penghapusan denda, maupun penundaan pembayaran.

3. Jangan mengajukan pinjaman ke beberapa pinjol, apalagi pinjam uang untuk menutup utang sebelumnya.

4. Jika kalian merasa dirugikan, aib dibuka, pencemaran nama baik, merasa ditipu, dan lain sebagainya, lebih baik lapor polisi.*

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan