Bantu Korban Bencana Alam, Pemkot Semarang Keluarkan Dana BTT Rp 1,6 Miliar

ABOUTSEMARANG – Pemkot Semarang mengeluarkan dana bantuan sosial tidak terduga (BTT) untuk membantu korban bencana alam yang dialami warga Kota Semarang pada Minggu (6/11).

Plt Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu mengatakan dana BTT ini memang bisa dikeluarkan jika ada kejadian yang tidak terduga.

Untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak bencana pada hari Minggu kemarin, ia menyebut BTT yang dikeluarkan sebesar Rp 1,6 Miliar.

“Pemkot ini punya dana BTT tapi memang hanya bisa dikeluarkan jika ada kejadian tidak terduga,” kata Ita, sapaan akrabnya, Jumat (11/11).

Sebelum mengeluarkan BTT, Ita telah melakukan koordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Iswar Aminuddin agar anggaran yang dikeluarkan bisa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Aturan tersebut tertuang dalam Perwal No 74 terkait dengan pemberian bantuan dan Perwal No 75 terkait dengan cara pencairannya.

“Ini kan banyak barang-barang warga yang rusak, karena terendam air, kami rasa bantuan uang tunai bisa meringankan beban warga terdampak banjir,” tuturnya.

Dana tersebut dibagikan sesuai dengan tingkat keparahan banjir dan dampak yang dirasakan akibat bencana tersebut.

Dari data yang ada sebanyak 94 warga di Perumahan Wahyu Utomo mendapat bantuan masing-masing Rp 5 juta dan 4 warga lainnya mendapat masing-maisng Rp 10 juta, dnegan total semuanya Rp 495 juta.

“Kami melihat di Wahyu Utomo ini yang paling parah, karena dampaknya banyak rumah rusak dan barang-barang dan kendaraan yang hanyut,” bebernya.

Sedangkan untuk di Kelurahan Wonosari ada 390 penerima dengan rincian 288 penerima mendapatkan bantuan Rp 1 juta, dan dua orang lainnya mendapat Rp 2,5 juta.

BACA JUGA :   Rel KA Terendam Air di Semarang Akan Ditinggikan

Sementara untuk kecamatan Tugu ada 731 warga yang terdampak, yang masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 juta.

“Bantuan uang ini bisa digunakan korban banjir, misalnya untuk mengganti barang- barang rusak. Karena di lapangan, warga yang sambat nggak bisa masak karena kompornya rusak,” tandasnya.

(ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan