BBM Pertamax Akan Disubsidi, Benarkah?

ABOUTSEMARANG – Beredar isu Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 92 atau Pertamax akan disubsidi. Hal ini sebagai langkah pemerintah untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan BBM beroktan tinggi. Namun, apakah benar hal itu akan terjadi?

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana membeberkan bahwa rencana pemberian subsidi untuk BBM jenis pertamax akan dibahas dalam Sidang Kabinet pada Senin (28/8) . Meski begitu, Dadan tak menjelaskan secara rinci mengenai hal tersebut.

Yang pasti pemberian subsidi ditujukan agar masyarakat dapat beralih dari produk BBM berkualitas rendah yakni Pertalite ke BBM jenis Pertamax. Utamanya di tengah kondisi polusi udara di DKI Jakarta dan sekitarnya yang saat ini menjadi perbincangan publik.

(Wacana subsidi Pertamax) ditunggu ya karena ada sidang kabinet hari ini,” ujar Dadan ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Senin (28/8).

Seperti diketahui, Malaysia memberikan subsidi pada BBM berkualitas tinggi dengan nilai oktan (RON) 95 atau setara Pertamax Plus yang sempat dijual PT Pertamina (Persero). Tak ayal, harga BBM berkualitas tinggi di Malaysia tersebut menjadi lebih murah. Bahkan, lebih murah dibandingkan harga BBM non subsidi setara Pertamax (RON 92) di Indonesia.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menyebut, berdasarkan kajiannya, harga BBM dengan RON 95 di Malaysia pada Desember 2022 lalu bahkan dijual pada harga di bawah Rp 10.000 per liter.

Harga BBM tersebut berlaku saat harga minyak berada pada level US$ 75-79 per barel. Ini tentunya lebih murah dibandingkan harga BBM non subsidi, Pertamax (RON 92) yang sebesar Rp 13.900 per liter pada Desember 2022.

BACA JUGA :   Motor Tidak Perlu Daftar MyPertamina Buat Beli Pertalite, Karena Ini...

Sedangkan di Indonesia, harga BBM bersubsidi setara Pertalite (RON 90) dibanderol pada harga Rp 10 ribu per liter.

“Harga BBM setara bensin RON 95 di Malaysia di bawah Rp 10.000 per liter pada periode Desember 2022, pada saat rata-rata harga minyak US$ 75 – US$ 79 per barel,” bunyi hasil kajian ReforMiner Institute, dikutip Kamis (05/1/2023).

Selain memberikan subsidi pada BBM dengan nilai oktan (RON) 95, Malaysia juga memberikan subsidi pada Solar dengan cetane number (CN) di atas 51 atau hampir setara Pertamina Dex.

Sementara Indonesia memberikan subsidi dan kompensasi pada BBM jenis bensin dengan RON 90 atau setara Pertalite, Solar subsidi (CN 48), dan minyak tanah (kerosene).

Dia menyebut, harga BBM di Malaysia dihitung berdasarkan sistem Automatic Pricing Mechanism (APM). Dengan menggunakan sistem APM itu, harga BBM di Malaysia berubah setiap sepekan sekali, mengikuti harga minyak mentah dan besaran subsidi yang telah ditetapkan pemerintah.

“Harga BBM Malaysia dihitung menggunakan Automatic Pricing Mechanism (APM), berubah setiap minggu mengikuti rata-rata harga minyak dan besaran subsidi yang telah ditetapkan Pemerintah Malaysia,” tuturnya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan