Bejat! Herry Wirawan, Guru Pesantren Perkosa 12 Santriwati Selama 5 Tahun Hingga Melahirkan 9 Anak

ABOUTSEMARANG – Herry Wirawan (36), guru sekaligus pemilik Pondok Tahfiz Al-Ikhlas, Yayasan Manarul Huda Antapani dan Madani Boarding School Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat, memperkosa 12 santriwati hingga memiliki 9 anak.

Perbuatan bejat itu dilakukan pelaku di berbagai tempat, salah satunya di Yayasan Pesantren Tahfidz Madani, rumah para santriwati belajar dan menghafal Al-Quran.

Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung Agus Mudjoko saat dikonfirmasi, Rabu (8/12), menyatakan perbuatan Herry Wirawan itu dilakukan dari mulai 2016-2021 di beberapa tempat di Bandung hingga korban mencapai belasan orang.

Dalam berkas dakwaan, Herry mengungkap kerap melakukan aksi bejatnya di kamarnya. Dengan berpura-pura memanggil santriwati ke kamar dan minta untuk dipijat atau mengobrol, Herry kemudian memperkosa korban yang usianya masih belasan tahun.

Baca Juga : Kronologi Novia Widyasari Diperkosa Randy Hingga Diminta Gugurkan Kandungan

“Bertempat di Pesantren Tahfidz Madani Cibiru, Kota Bandung,” tulis dakwaan dikutip, Kamis (9/12).

Perkosaan itu dilakukan Herry kepada para santrinya dengan berbagai bujuk rayu. Meski para korban menangis dan ketakutan, pelaku tetap melancarkan aksi bejatnya.

Jangan takut gitu, nggak ada seorang ayah yang akan menghancurkan masa depan anaknya,” kata Herry.

Empat korban bahkan ada yang hamil dan melahirkan. Total ada sembilan bayi yang lahir akibat perkosaan ini.

Korban yang hamil sempat mengungkapkan ketakutannya kepada Herry, namun Herry meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja dan dia berjanji akan merawat mereka.

Biarkan dia lahir ke dunia, Bapak bakal biayai sampai kuliah, sampai dia sudah mengerti, kita berjuang bersama-sama,” ucap Herry.

Perbuatan Herry menyebabkan para korban mengalami gangguan psikologis. Bahkan ada korban yang diperkosa hingga lebih dari satu kali.

“Perbuatan terdakwa mengakibatkan anak korban terganggu secara psikologis kejiwaannya menjadi benci, marah, serta takut kepada terdakwa,” dikutip dari dakwaan.

Sebelumnya, aksi bejat pemerkosaan dilakukan seorang guru salah satu pesantren di Bandung, berinisial HW. Korban bahkan mencapai belasan orang.

Perkara itu sudah masuk ke pengadilan. Pada Selasa (7/12) kemarin, sidang tersebut sudah masuk ke pemeriksaan sejumlah saksi. Informasi dihimpun, saksi yang diperiksa merupakan para saksi korban. Sidang yang dipimpin ketua Majelis hakim Y Purnomo Surya Adi itu berlangsung tertutup.

Sementara itu berdasarkan salinan dakwaan yang diterima, aksi itu diketahui dilakukan oleh HW pada rentang waktu 2016 hingga 2021.

Sedikitnya dari belasan korban tersebut, empat santriwati hamil. Mereka sudah melahirkan saat kasus ini masuk persidangan. ***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan