BLT Rp 72,5 Miliar Mulai Disalurkan di Jateng, Ini Syarat Penerimanya

ABOUTSEMARANG – Bantuan langsung tunai Jaring Pengaman Sosial (BLT JPS) bagi masyarakat yang terdampak PPKM Level 3 dan 4 di Jawa Tengah mulai disalurkan, Selasa (24/8).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng Harso Susilo menjelaskan, bantuan tersebut bersumber dari APBD Provinsi Jateng Tahun 2021. Bantuan diberikan kepada 169.450 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan total nilai Rp 72.524.600.000.

Bantuan tersebut disalurkan selama dua bulan, yaitu Agustus dan September.

”Untuk bulan Agustus ini, yang diluncurkan tadi (Selasa) merupakan tahap I, untuk 116.864 KPM senilai Rp 25.008.896.000,” ungkap Harso dikutip dari Suara Merdeka.

Tahap II, kata Harso, untuk 52.586 KPM senilai Rp 11.253.404.000. Total selama Agustus disalurkan Rp 36.262.300.000.

”Adapun September 2021 untuk 169.450 KPM senilai Rp 36.262.300.000,” jelas Harso.

BACA JUGA: Berikut Cara dan Syarat BLT BPJS Ketenagakerjaan Untuk Dapat Bantuan Rp 1 Juta

Dia menambahkan, bantuan dari Pemprov Jateng memang cair lebih lama. Sebab, pihaknya harus memastikan data terlebih dulu agar tidak ada penerima ganda.

”Kami hati-hati sekali. Perkeluarga menerima Rp200 ribu. Penyaluran melalui PT Pos,” ujarnya.

Ia menjelaskan, anggaran BLT dari Pemprov Jateng diambil dari pos belanja tidak terduga sebesar Rp 72,5 miliar. Tiap KPM menerima Rp 200 ribu per bulan.

Penerima bantuan antara lain pedagang atau pekerja informal, pengemudi ojek online, kru angkutan umum, dan lain-lain.

Pelaku usaha yang berjualan di tempat wisata dan penyandang disabilitas juga mendapatkan bantuan tunai tersebut.

Jumlah penerima terbanyak di Kabupaten Tegal, yaitu 19.712 KPM. Disusul Grobogan 9.768 KPM dan Purbalingga 9.194 KPM. Adapun Kota Semarang 3.644 KPM.

”Agar tidak terjadi kerumunan, kami bekerja sama dengan pemda, kelurahan dan desa, serta Kantor Pos. Lokasi pembagian disebar cukup banyak,” katanya.

Executive Vice President Regional IV Jateng DIY PT Pos Indonesia (Persero) Ronald Siahaan menjelaskan, distribusi bantuan menaati protokol kesehatan.

”Petugas juru bayar dilengkapi APD (alat pelindung diri) dan harus sudah divaksin minimal dosisi 1. Untuk penyandang disabilitas kami antar ke rumah. Ada sekitar 1.900 lokasi pembayaran supaya tidak muncul kerumunan,” papar Ronald.

Bantuan tahap pertama diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kantor Pos Besar Kota Semarang.

Ganjar berharap bantuan ini bisa sedikit membantu kebutuhan masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Dia juga berharap bantuan itu tidak tumpang tindih dengan bantuan lainnya dan bisa mencakup warga yang belum terdata.

”Inilah pentingnya data-data calon penerima manfaat. Kita bisa konsolidasikan. Insya Allah semua dapat bantuan dengan model gotong royong,” tegasnya.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan