BPOM Kembali Ungkap 56 Obat Sirup Anak yang Tak Mengandung Zat Pelarut Berbahaya

ABOUTSEMARANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI kembali menguumumkan 56 obat sirup yang tidak menggunakan empat zat pelarut.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito yang mengungkapkan perkembangan terbaru terkait hasil pengawasan terhadap obat sirup yang mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Seperti yang diketahui, cemaran ini berasal dari empat zat pelarut yang digunakan pada obat sirup. Keempat bahan pelarut yang dimaksud adalah:

  • Propilen glikol
  • Polietilen glikol
  • Sorbitol
  • Gliserin atau gliserol

Sebelumnya, Penny menyebut ada 133 obat sirup yang tidak menggunakan empat zat pelarut tersebut. Saat ini jumlahnya bertambah 56 obat, sehingga totalnya mencapai 189 obat sirup bebas zat pelarut.

“Sekarang ada tambahan 189, ini termasuk yang 133 obat (yang sudah diumumkan sebelumnya). Jadi, ini adalah produk yang dibuat tanpa pelarut,” jelas Penny dalam konferensi pers, Kamis, 27 Oktober 2022.

“Karena pelarut itulah yang diduga mengandung etilen glikol-dietilen glikol yang menyebabkan keracunan tersebut,” lanjutnya.

Penny juga mengatakan daftar obat-obatan ini akan diberikan kepada Kementerian Kesehatan untuk diumumkan kembali.

Ia menegaskan ke depannya pemerintah akan lebih berhati-hati dan hanya membolehkan produk yang tidak menggunakan empat jenis pelarut tersebut.

“Saya kira pemerintah dengan kehati-hatian, maka sekarang hanya membolehkan produk sirup yang tidak menggunakan empat jenis pelarut tersebut,” kata Penny.

Di sisi lain, Penny mengatakan ada 69 obat yang didapat dari rumah pasien ternyata mengandung empat pelarut tersebut. Namun, itu harus diuji lagi karena belum tentu mengandung cemaran EG dan DEG.

BACA JUGA :   Cek! BPOM Tarik 5 Merk Obat Sirup Mengandung EG dan DEG, Ada Termorex

Dari 69 obat, sebanyak 23 di antaranya sudah teruji aman karena cemaran yang ditemukan masih memenuhi ambang batas yang aman.

“Ada 69 obat yang mengandung pelarut tersebut tetapi tentunya mesti diuji tentunya belum tentu mengandung cemaran EG dan DEG walaupun mereka mengandung cemaran EG DEG dada batasan tolerable limit, kalau di ambang batas tersebut berarti masih aman,” pungkasnya.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan