Cuitan Ferdinand Hutahaean Berpotensi Timbulkan Keonaran, Polisi Ungkap Pasal Pasalnya

ABOUTSEMARANG – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menyatakan ujaran Ferdinand Hutahaean melalui cuitannya di media sosial Twitter berkaitan dengan SARA yang berpotensi menimbulkan keonaran di tengah masyarakat.

Dalam hal ini, penyelidikan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dilakukan usai Ferdinand dilaporkan oleh Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Rabu (5/1). Usai dilaporkan, penyidik langsung memeriksa tiga saksi.

“Ini kan dugaan tindak pidana dapat menerbitkan keonaran. Tentu ini dilakukan secara adil, transparan dan berkeadilan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Kamis (6/1).

Polri telah menerima laporan polisi dengan terlapor Ferdinand Hutahaean yang terdaftar dengan nomor polisi LP/0007/I/2021/SPKT/Bareskrim Polri tanggal 5 Januari 2022 pada pukul 16.20 WIB.

Baca Juga : Tagar #TangkapFerdinand Trending Twitter, Ferdinand Hutahean Klarifikasi Soal Cuitan ‘Allahmu Lemah dan Harus Dibela’

Ferdinand Hutahaean dilaporkan oleh seseorang berinisial HP terkait dengan dugaan tindak pidana menyebarkan informasi, pemberitaan bohong (hoaks) yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.

“Yang dilaporkan adalah pemilik atau pengguna akun FH dengan user name @FerdinanHaean3,” kata Ramadhan.

Dalam laporan tersebut, pelapor menyertakan barang bukti berupa postingan dan tangkapan layar akun milik Ferdinand Hutahaean.

“Terkait dengan hal tersebut, tentu laporan telah diterima. Tindak lanjutnya barang bukti yang diserahkan pelapor telah kami terima berupa postingan dan screenshoot dari akun milik yang bersangkutan,” jelasnya.

Menurutnya, oleh pelapor, Ferdinand diduga telah melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 a ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kemudian, ia diduga juga melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) KUHP.

Pasal tersebut berkaitan dengan penyebaran informasi bermuatan bermusuhan berdasarkan SARA, serta pemberitaan bohong yang dapat membuat onar di kalangan masyarakat.

Ramadhan mengungkapkan, perkara tersebut sejauh ini masih diproses oleh penyidik Bareskrim. Ia memastikan polisi akan bekerja secara profesional dalam mengusut kasus tersebut.

Dia pun belum dapat mengungkapkan lebih lanjut mengenai proses penyelidikan yang telah dilakukan oleh Bareskrim saat ini. Termasuk, kemungkinan menerapkan restorative justice (keadilan restorasi) usai Ferdinand meminta maaf.

“Kita ikuti aja, laporannya baru diterima, kita tunggu,” jelasnya.

Sebagai informasi, dalam akun Twitternya @FerdinandHaean3, Ferdinand sempat melontarkan ucapan “Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, Dialah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela”. Namun, cuitan itu kini telah dihapus di sosial media Twitternya. ***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan