Dibuat Lebih Anggun dan Bisa Tersenyum, Disperkim Perbaiki Wujud Patung Penari di Kaliwiru

ABOUTSEMARANG – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang bakal memperbaiki wujud dari patung penari Semarangan yang ada di simpang Kaliwiru.

Patung tersebut sejatinya memang sudah selesai pengerjaannya hanya tinggal diresmikan saja, namun karena patung terlihat menakutkan maka akan diperbaiki terlebih dahulu.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali mengatakan patung penari Semarangan memang belum diresmikan. Sebenarnya patung tersebut akan diresmikan sebelum Ramadhan namun karena musim penghujan sehingga pengerjaan patung tersebut sedikit mundur. Hingga saat ini patung tersebut masih ditutup kain putih.

“Mudah-mudahan setelah lebaran nanti bisa diresmkian,” kata Ali, Senin (13/3).

Ali menyampaikan jika patung penari tersebut sebelumnya memang sudah selesai dikerjakan. Namun karena patung terlihat menakutkan maka dilakukan perbaikan agar patung lebih anggun dan dibuat tersenyum.

“Kemarin saya lihat saja serem, apa ada demitnya. Makanya, diperbaiki. Saya minta patung tersebut bisa tersenyum dan cantik,” bebernya.

Ali menyebut jika patung penari Semarangan ini berbeda dengan patung lain yang ada di Kota Semarang. Dalam pembangunan patung setinggi sembilan meter ini, Disperkim berkoordinasi langsung dengan pencipta Tari Semarangan yakni seniman dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk membuat patung yang bisa menari.

“Nanti, patungnya bisa berputar seperti menari. Kami pakai mesin otomatis,” jelasnya.

Ali mengatakan untuk pembuatan patung ini menggunakan anggaran swakelola yang hingga saat ini sudah menelan anggaran sebesar Rp 500 juta. Pihaknya memperkirakan anggaran yang akan terpakai dalam pembuatan patung ini hingga Rp 1 miliar. Pasalnya patung akan dilengkapi dengan selendang dan lain sebagainya.

BACA JUGA :   Kebut Vaksinasi, Sentra Vaksin Kota Semarang Ditambah

Selain itu, lanjut Ali, Disperkim juga akan melakukan penataan sekitar patung agar menjadi ruang terbuka hijau yang estetik.

“Nanti, perawatannya juga lebih ekstra karena pakai mesin, terutama listriknya harus baik,” pungkasnya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan