Didominasi Plastik, DLHK Sidoarjo Angkut 600 Ton Sampah Usai Harlah 1 Abad NU

ABOUTSEMARANG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo angkut 600 ton sampah usai resepsi Harlah Puncak 1 Abad NU di GOR Delta Sidoarjo beberapa waktu lalu.

Sampah itu didominasi tikar plastik bekas pakai yang telah digunakan oleh peserta 1 Abad NU sebagai alas duduk.

Kepala DLHK Sidoarjo Bahrul Amig mengatakan penanganan sampah sudah dilakukan sejak persiapan resepsi puncak 1 abad NU. Semua personil diterjunkan. Begitu pula armada pengangkut sampah. Semuanya turun ke lapangan.

Ada sebanyak 130 truk sampah yang beroperasi, kemarin. Ia perkirakan 500 sampai 600 ton sampah yang dihasilkan dari kegiatan itu. Sebanyak 80 persennya sudah tertangani, sisanya dipastikan tuntas hari ini.

“Alhamdulillah sudah teratasi 80 persen karena tim DLHK kerja all out sampai tuntas. Hari ini harus selesai, cuma properti support kegiatan masih ada yang belum dibongkar yang memungkinkan jadi kendala penuntasan pembersihan sampah. Tetapi yang terpenting timbunan sampah di fasilitas umum seperti jalan telah tertangani dengan baik,” kata Bahrul Amig, Rabu (8/2).

Bahrul Amig mengakui penanganan sampah kali ini memang tidak bisa dilakukan sendiri. Relawan kebersihan dari berbagai unsur turut membantunya. Ada sekitar 10 ribu orang relawan yang kemarin ikut menjaga kebersihan GOR Sidoarjo.

Hal seperti ini menurutnya sangat membanggakan. Itu menandakan bagaimana kecintaan warga Sidoarjo kepada Kabupaten Sidoarjo. Cinta yang diwujudkan dengan ikut merawat Kabupaten Sidoarjo sebagai tempat tinggalnya.

“Alhamdulillah kemarin juga dibantu banyak relawan, totalnya sekitar 10 ribu orang, ada dari siswa sekolah, mahasiswa, anggota Pramuka, bahkan volunter dari KONI Sidoarjo yang mengerahkan atletnya, ditambah kemarin relawan dari pemerhati lingkungan,” katanya.

BACA JUGA :   Kapan Awal Ramadhan 2024? Ini Jawaban versi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama

Lebih lanjut Bahrul Amig mengungkapkan bahwa komitmen Kabupaten Sidoarjo dalam menangani sampah sudah tidak diragukan lagi. Bahkan selangkah lebih maju dari daerah lain. Sebabnya, penanganan sampah bukan hanya soal memindahkan sampah ke TPA lalu selesai.

Menurutnya, urusan sampah juga urusan bagaimana pengelolaannya. Mulai dari memilah seperti yang dilakukan mulai dari TPA sampai TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu). Oleh karenanya peran TPST yang tersebar berbagai desa sangat penting.

“Sidoarjo itu komitmennya bukan memindah sampah tetapi mengelola sampah. Jadi sampah-sampah yang dikumpulkan ini sebagian menuju tempat pengelolaan sampah yang berada di sekitar sini. Peran mereka sangat membantu,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengerahkan ratusan ASN melakukan kerja bakti bersih-bersih sampah yang masih tercecer bersama petugas DLHK.

“Tidak hanya pasukan kebersihan dari DLHK Sidoarjo yang terjun. Para ASN di instansi sekitar GOR Sidoarjo ikut kerja bakti bersih-bersih sampah di sekitar area GOR. Di antaranya dari BPPD, BPKAD, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinsos Sidoarjo dan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Sidoarjo,” ujar bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor itu, Rabu (8/2).

Pj Sekda Andjar Surjadianto yang dipercaya oleh Gus Muhdlor untuk mengkoordinir para ASN dalam membersihkan sampah di sekitaran GOR, juga di dalam Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

“Percepatan pembersihan sampah tidak hanya dibantu ASN Sidoarjo saja. Siswa siswi SMPN 1, 2, dan 4 juga ikut serta. Mereka berkeliling mengumpulkan sampah yang masih tercecer ke dalam trash bag. Ada sekitar 300 pelajar yang ikut membersihkan GOR Sidoarjo,” tambah Gus Muhdlor.

Selain Bahrul Amig, kerja bakti itu juga diikuti Kepala BPPD Ari Suryono, Kepala BPKAD Chusnul Inayah, Kepala Dinas Sosial Ahmad Misbahul Munir, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tirto Adi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sidoarjo Rudi Setiawan, serta Kepala Disporapar Joko Supriyadi. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan