Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan Iwan Budi, 2 Anggota Danpomdam IV Diponegoro Diperiksa

ABOUTSEMARANG – Kasus pembunuhan Iwan Budi Paulus masih terus dilanjutkan, kini Danpomdam IV Diponegoro Kolonel CPM Rinoso Budi mengungkapkan ada 2 anggotanya yang diperiksa dalam kasus pembunuhan tersebut.

Danpomdam IV Diponegoro dalam rilis kasus penyidikan mengatakan, bahwa adanya keterlibatan anggotanya dalam kasus pembunuhan Iwan Budi Paulus di Kantor Pomdam IV Diponegoro, Kamis, (13/10).

Dalam rilis ini, Danpomdam IV Diponegoro memaparkan proses penyidikan dari rekaman CCTV.

“Kami melakukan penyelidikan setelah adanya laporan dari Polrestabes Semarang. Maka kami langsung melakukan penyelidikan dengan pihak kami,” katanya.

Kemudian dalam rilis ini, Rinoso menyebut ada dua anggota TNI yang diperiksa dengan inisial AG dan HR.

“Keduanya sudah kami periksa karena sebelumnya ada dugaan dari rekaman CCTV, Cell Dump dan provider di TKP,” paparnya.

Penjelasan Rinoso tadi merujuk pada laporan polisi yang sebelumnya menyampaikan ada 3 terduga tersangka. Namun setelah diperiksa hanya ada 2 tersangka.

“Selain AG dan HR yang satu itu HRD adalah sipil,” kata Pomdam.

Salah satu saksi dari anggota TNI juga disebut berpangkat perwira. Rinoso meyakinkan bila pihaknya bakal profesional dalam mengungkap kasus ini.

“Ada perwira ada bintara. Jadi kami selalu berusaha untuk objektif apalagi mengingat ini Polisi Militer. Kita mengungkap bukan membela,” sambungnya.

Meski sudah menjelaskan penyelidikan, Rinoso belum bisa menyebut pelaku karena masih dalam proses penyelidikan.

“Belum ada bukti permulaan yang cukup adanya keterlibatan oknum anggota kami,” pungkasnya.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes M Iqbal Alqudusy mengatakan para saksi diperiksa menggunakan lie detector atau pendeteksi kebohongan. Iqbal menyebut proses penanganan kasus ini memang masih mendalami keterangan saksi.

BACA JUGA :   Aksi Keji Anggota TNI Buang Sejoli Korban Kecelakaan Nagreg di Sungai Serayu, Kasus Dilimpahkan ke Pomdam

“Kami masih melengkapi alat bukti yang lain, masih proses lie detector dua saksi dan masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi. Kasus ini harus cermat dan hati hati melalui SCI agar tidak terbantahkan,” kata Iqbal lewat pesan singkat, Rabu (12/10).

Ada 25 saksi yang sebelumnya sudah diperiksa kepolisian. Sedang terkait penerapan tersangka, Iqbal menegaskan prosesnya nanti setelah ada gelar perkara.

“Belum. Penetapan tersangka melalui sebuah proses gelar perkara ya,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua personel TNI itu sebelumnya diperiksa dua hari setelah ditemukannya jasad Iwan Budi Prasetyo pada 8 September 2022. Pemeriksaan ketiganya berdasarkan hasil penyidikan Polda Jateng.

Iwan sendiri sempat dinyatakan hilang pada 24 Agustus atau sebelum diperiksa polisi sebagai saksi kasus dugaan korupsi. Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan itu. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan