Dilanda Pandemi Covid-19, Gus Mus: Kita Harus Berterima Kasih Masih Ditegur

ABOUTSEMARANG – Ulama Kharismatik, KH A Mustofa Bisri memberi pesan mendalam saat menjadi pengisi Suluk Maleman edisi ke-115, Sabtu (24/7).

Pria yang karib disapa Gus Mus itu mengingatkan pandemi ini merupakan wabah kemanusiaan, bukan persoalan antaretnis, organisasi maupun keagamaan.

Sebagai pembukanya, Gus Mus menjelaskan betapa Tuhan begitu memuliakan manusia yang bahkan diangkat dari hamba menjadi penguasa di bumi ini. Hanya saja seringkali manusia terlalu sadar sebagai penguasa sehingga membuat lupa pada kehambaannya.

”Hal itulah yang seringkali membuat kesalahan menumpuk-numpuk. Sehingga dengan semakin banyaknya kesalahan manusia kita akhirnya disetrap oleh Rabb atau yang bisa disebut Sang Pendidik,” ujar Gus Mus dikutip Suara Merdeka.

Hubungan sosial yang dulu terjalin dengan baik, saat ini dirasakannya hampir sudah tidak ada lagi. Banyak yang melupakan persaudaraan antar manusia, bahkan melupakan bahwa semuanya bersaudara dari Nabi Adam.

”Namun sekarang ini sesama orang islam, bahkan banyak ulama yang lupa dawuhnya Kanjeng Nabi, pemimpin kita sendiri, jika kini ini bersaudara,” ujarnya.

Menurut Gus Mus, dengan pandemi ini manusia sedang diperingatkan jika dunia yang dikuasainya memang enak tapi begitu menipu. Kalaupun senang dengan dunia diharapkan jangan terlalu akrab dan harus berjarak.

”Kita semua sibuk dengan urusan dunia. Tak berjarak dengan dunia ini. Tapi dengan keluarga, anak, bahkan dengan Allah justru berjarak sangat jauh. Tidak jarang salat justru jadi sambilan,” terangnya.

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan