Disperkim Kota Semarang Ungkap Tidak Ada Pemakamanan Pasien Covid-19 di Bulan November

ABOUTSEMARANG – Kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Semarang semakin menurun, terbukti pada bulan November tidak ada jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Jatisari yang merupakan lokasi pemakaman jenazah pasien Covid-19.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Ali.

Pihak Disperkim Kota Semarang juga akan melaukan pengawasan di bulan Desember ini.

“Desember nanti seperti apa, kami akan terus lakukan monitoring,” kata Ali, Senin (20/12).

Ali menyebut, kasus menurun dipicu semakin turunnya angka kematian akibat Covid-19 atau ahli waris yang lebih memilih memakamkan jenazah di TPU yang dekat dengan tempat tinggal.

“Kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan semakin meningkat sehingga kasus kematian berkurang atau bisa saja dimakamkan di daerahnya,” jelasnya.

BACA JUGA: Pemkot Semarang Gratiskan Biaya Izin Pemakaman, Wali Kota Minta Warga Laporkan Pungli di TPU

Namun demikian, petugas pemakaman di TPU Jatisari tetap bersiaga, bahkan petugas liang lahat untuk jenazah Covid-19 tetap masih disediakan.

Hingga saat ini masih ada 25 lubang kosong yang belum digunakan. Ali berharap tidak ada lonjakan kasus atau gelombang ketiga pasca libur Natal dan Tahun Baru.

“Ada atau pun tidak ada jenazah yang dibawa ke sana, kami tetap standby. Dari total luasan TPU Jatisari 12 hektar, sudah digunakan sekitar tiga hingga lima hektar untuk pemakaman Covid-19,” tandasnya.**

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan