Ditreskrimsus Polda Jateng Tetapkan Bos KSP GMG Tersangka Pidana Perbankan dan Pencucian Uang

ABOUTSEMARANG – Ditreskrimsus Polda Jateng menetapkan pimpinan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Giri Muria Group Kabupaten Kudus berinisial AH sebagai tersangka kasus tindak pidana perbankan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Direskrimsus Polda Jateng Kombes Dwi Subagio (45) mengatakan, penetapan AH sebagai tersangka berdasarkan laporan sembilan anggota koperasi yang mengalami kerugian atas simpanannya hingga Rp16 miliar.

Kombes Dwi Subagio menuturkan modus tersangka yaitu menarik nasabah atau masyarakat untuk menyimpan uangnya dengan iming-iming bunga tinggi.

“Modus operandi yang dilakukan, dia menghimpun dana dengan iming-iming ke masyarakat dengan bunga 12-15 persen pertahun. Padahal normatifnya, sekitar 3-4 persen setahun,” katanya.

Ditreskrimsus Polda Jateng bekerja sama dengan kurator dan OJK memperkirakan terdapat potensi kerugian Rp 267 M karena ada 2.601 nasabah maupun bukan di KSP GMG.

Lalu penghimpunan uang tersebut digunakan untuk menutupi kegiatan-kegiatan lain, termasuk untuk kepentingan pribadi. Diantaranya untuk membeli sejumlah kendaraan, aset tanah, hingga membeli saham.

Setidaknya ada 12 sertifikat tanah yang sudah hak milik yang disita. Lima di Grobogan dan tujuh di Kabupaten Kudus. Namun total nilai aset baru Rp 8 miliar.

Keuntungan tersangka dari membeli saham itu pertahun sebanyak Rp 120-an juta. Dan berhasil disita Rp 106 juta.

Saat ini kasus tersebut masih didalami dan tersangka dijerat Pasal 46 Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan Pasal 3 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Dengan ancaman hukuman mimimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun.

BACA JUGA :   Lakukan Inovasi, Warga Kudus Ciptakan Rokok Berbahan Baku Daun Talas

Sementara itu tersangka, AH mengaku awalnya menyebar brosur dengan iming-imingi bunga dan awalnya koperasinya berjalan baik.

Namun kemudian terkena dampak pandemi Covid-19 sehingga banyak kredit macet dan mulai kolaps.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy menambahkan agar masyarakat yang merasa dirugikan oleh KSP GMG ini bisa melaporkan ke polisi atau OJK.

Kombes Pol Iqbal Alqudusy juga mengimbau agar masyarakat untuk hati-hati dalam berinvestasi dan tidak mudah tergiur dengan iming-iming bunga tinggi. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan