Dokter Paru RSUI Sebut Tanda Terpapar Covid-19 Delta, Salah Satunya Nyeri Badan

ABOUTSEMARANG – Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Gatut Priyonugroho, Sp.P. menjelaskan perbedaan Covid-19 Delta dari India dengan varian lain, antara lain pada tingkat penularannya.

Gatut mengatakan, Covid-19 delta dari satu orang menularkan kepada delapan orang atau lebih bahaya dari Virus Covid-19 varian Alpha dari Inggris yang menular dari satu orang kepada enam orang.

“Angka tersebut tidak saklek (pasti), tapi menggambarkan bahwa semudah itu varian Covid-19 yang baru menular,” kata dr. Gatut.

Apabila seseorang yang sudah terinfeksi Covid-19 divaksinasi, maka antibodi naik. Namun, pengecualiaan untuk Covid-19 Delta. Ketika seseorang sudah kena varian Delta dan divaksinasi, maka keefektifannya tidak sebaik seseorang yang belum terkena jenis varian tersebut.

Menurut dia, pembersihan pada ruangan lebih utama daripada disinfeksi. Jika tangan kotor, dia menyarankan jangan didisinfeksi tapi juga dibersihkan.

“Bersihkan dulu menggunakan sabun, karena cara ini paling aman untuk merontokkan struktur virus yang hinggap pada tangan kita,” ujar Gatut.

Virus Covid-19 Delta memiliki gejala hampir sama dengan varian lainnya, yaitu demam (94 persen), batuk (79 persen), sesak (55 persen), berdahak (23 persen), nyeri badan (15 persen).

Selanjutnya, lelah (23 persen), sakit kepala (8 persen), rinorea (7 persen), batuk darah (5 persen), diare (5 persen), anosmia (3 persen), dan mual (4 persen). Jika seseorang terkena Covid-19 ringan, pada umumnya ia baik-baik saja (0.1 persen memberat). (ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan