Edan, Pria di Demak Tega Aniaya dan Perkosa Dua Siswi MTs di Kebun Jagung

ABOUTSEMARANG – Satreskrim Polres Demak menangkap seorang pelaku pemerkosaan dan penganiayaan terhadap dua siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

Tersangka bernama Paryadi (35 tahun) warga Desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak tega memperkosa dan menganiaya korbannya berinisial P dan M, dimana keduanya masih berumur 12 tahun.

Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono saat konferensi Pers mengatakan modus yang dilakukan tersangka untuk melakukan kejahatannya dengan cara yang sama yaitu dengan mengendarai sepeda motor menemui korban yang sedang jalan kaki sepulang sekolah atau les.

“Kemudian tersangka menawarkan akan mengantarkan korban pulang ke rumahnya namun di tengah perjalanan tersangka mengajak korban menuju ke persawahan dengan alasan akan memetik pohon jagung dan sesampainya di persawahan tersebut tersangka menyetubuhi korban,” ujar Kapolres di Mapolres Demak, Kamis (7/10).

BACA JUGA: Bermodus Carikan Kerja, Pelamar Diperkosa dan Dipukuli

Kapolres juga mengungkapkan, sebelum diperkosa, tersangka sempat melakukan kekerasan terhadap korban dengan mencekik leher korban dari belakang dan mengikat kedua tangan serta kedua kaki menggunakan lakban, juga membalut wajah korban dengan lakban.

Selesai menyetubuhi korban, tersangka kemudian mengambil barang berupa Handphone milik korban.

“Tersangka melakukan aksinya pada tanggal 24 September dan 1 Oktober 2021 di tempat yang sama yaitu di persawahan Dukuh Semen, Desa Menur, Kecamatan Mranggen. Tersangka juga mengancam akan membunuh korban jika melawan,” ungkap Kapolres.

Setelah menerima laporan dari orangtua korban, petugas yang melakukan penyelidikan dan diketahui pada Senin (4/10) malam, tersangka sedang berada di sebuah gudang di Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, kemudian petugas melakukan penangkapan tersangka.

“Untuk tersangka saat ini masih dalam pemeriksaan petugas penyidik PPA, tersangka dijerat atas tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur di sertai pencurian dengan kekerasan. Dengan ancaman pidana hukuman mati, seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” pungkas Kapolres.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan