Ekspor Gandum Terganggu, Jokowi Wanti-wanti Harga Mie dan Roti Naik

ABOUTSEMARANG – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kenaikan harga pangan dunia, terutama komoditas gandum yang semakin langka. Hal ini berdampak pada kenaikan harga pangan Mie dan Roti.

Presiden Jokowi menuturkan ekspor gandum terganggu dan mengakibatkan kenaikan harga Mie dan Roti merupakan imbas ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina. Pasalnya kedua negara tersebut merupakan produsen gandum terbesar di dunia.

Hal tersebut ia sampaikan dalam perayaan HUT ke-50 tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (10/6).

“Gandum (naik) 30 sampai 40 persen. Ukraina dan Rusia bermasalah, gandum harganya naik, di sini ada mie dan roti semua dari gandum,” ujar Jokowi.

Selain gandum, ia juga menuturkan harga jagung mulai naik. Menurutnya itu akan berimbas pada harga pakan sehingga harga telur dan daging ayam bisa ikut naik.

Tidak hanya itu, Jokowi juga mengingatkan kenaikan harga kedelai yang mencapai 33 persen bisa berimbas pada kenaikan harga tahu dan tempe.

“Kedelai juga sama naik 33 persen, bisa tahu tempe naik berimbas ke inflasi, ini yang perlu saya ingatkan hati-hati yang berkaitan dengan pangan,” kata dia.

Meski begitu, Jokowi juga melihat hal tersebut bisa dijadikan peluang bisnis bagi para pengusaha dalam negeri. Ia meminta para pengusaha untuk bisa menyediakan bahan baku pangan tersebut.

“Tapi peluang ke pengusaha utamanya anggota HIPMI, masuk ke bidang-bidang ini pangan dan energi,” ujar Jokowi.

Ia menambahkan peluang itu semakin besar karena saat ini diperkirakan 13 juta orang di dunia kelaparan akibat kekurangan pangan.

BACA JUGA :   Pertamina Naikkan Harga LPG Non-Subsidi Jadi Segini

“Diperkirakan hari ini ada 13 juta orang yang kelaparan di berbagai negara karena urusan pangan,” tandasnya.

(atn)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan