Epidemiolog Sebut PPKM Darurat Belum Efektif Turunkan Kasus Positif Covid-19

ABOUTSEMARANG – Epidemiolog dari UGM Bayu Satria Wiratama menilai PPKM Darurat belum berdampak pada penurunan jumlah kasus positif Covid-19.

Meski sempat turun, angka tersebut karena jumlah sampel yang dites berkurang. Persentase jumlah kasus positif cenderung stabil.

”Kalau jumlah yang dites turun, otomatis jumlah kasus turun juga. Bisa dilihat dari positivity rate yang cenderung stabil,” ujarnya.

Menurut epidemiolog UGM, Tingginya kasus positif dalam dua bulan terakhir tidak berhubungan dengan efek program vaksinasi, melainkan masyarakat yang abai pada protokol kesehatan.

Menurutnya, yang mungkin terjadi adalah pelaksanaan PPKM yang tidak terkendali dan menyebabkan 5M tidak terjaga.

Bayu mengungkapkan, jumlah kasus yang meningkat kemungkinan terjadi sejak lama, namun tidak terpantau karena jumlah tes yang minim.

Data yang ada tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya. Ia menyarankan pemerintah makin gencar melakukan vaksinasi agar herd immunity segera tercapai.

Namun apabila laju vaksinasi harian masih rendah, target herd immunity pada September di Jawa-Bali akan sulit tercapai. Ia menyarankan vaksinasi bisa mencapai angka dua juta sehari.

Adapun epidemiolog dari Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman meminta pemerintah tak melonggarkan PPKM Level 4 yang berakhir pada 25 Juli. Sebab, tambahan kasus positif masih tinggi.

”Ini kita sedang fase tinggi-tingginya, transmisi atau laju penularan kita. Jadi, pengetatan juga harus dilakukan, bahkan ditingkatkan,” jelas Dicky.

Dicky tak heran Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Indonesia memperketat pembatasan mobilitas untuk menekan lonjakan kasus.

Menurutnya, perlu pengetatan untuk menekan laju penularan Covid-19 Berdasarkan data Satgas Covid-19, positivity rate Indonesia per Kamis (22/7) mencapai 21,65 persen.

Sementara sepekan terakhir rata-rata positivity rate 28,72 persen. Jumlah itu 5 kali lipat lebih dari standar WHO, yakni kurang dari 5 persen.

Apabila positivity rate semakin tinggi, maka kondisi pandemi di daerah tersebut memburuk sehingga kapasitas pemeriksaan perlu ditingkatkan. (ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan