Epidemiologi Undip Sebut Masyarakat Kurang Taat PPKM Darurat

ABOUTSEMARANG – Ahli epidemiologi Universitas Diponegoro Semarang, Budi Laksono menilai, ketaatan masyarakat dalam mematuhi perangkat aturan yang ada dalam PPKM Darurat masih minim.

Upaya pemerintah dengan mengambil opsi PPKM Darurat selama kurang lebih tiga pekan di Jawa dan Bali, menurutnya sudah tepat. Meskipun dalam pelaksanaannya, ia melihat belum optimal.

“Memang ketaatan masyarakat masih kurang, terutama dalam mengurangi mobilitasnya. Pemerintah sebetulnya sudah berupaya maksimal, walaupun bisa dikatakan belum optimal,” kata Budi seperti yang dikutip dari Suara Merdeka, Jumat (9/7).

Untuk itu, menurutnya diperlukan kerja sama dan peran serta masyarakat dalam menghadapi kondisi yang terjadi saat ini. Kesadaran masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan menjadi modal utama untuk menekan laju kasus positif Covid-19.

“Untuk menekan memang sulit, tetapi inilah keadaan yang kita hadapi. Powerless in all sector, termasuk kami epidemiologis,” tuturnya.

Sebelumnya, ia juga menyinggung varian dari virus tersebut (varian delta) yang justru lebih menular dari virus yang semula muncul. Masyarakat tanpa terkecuali harus lebih sadar, berhati-hati, dan disiplin menerapkan 5M.

Termasuk harus menaati seruan pemerintah lebih baik. Pada sisi lain, pemerintah pun harus lebih kuat mengawasi perilaku dan penegakkan disiplin dengan perangkat hukum yang memadai.

”Protokol pengobatan untuk varian ini tidak terlalu berbeda. Cuma pengurang gejala lambung usus ditambahkan. Daya tahan tubuh terhadap infeksi ini memengaruhi prognosa, harapan sehat pasien,” ujarnya.

Budi juga mengatakan, hanya laboratorium canggih yang punya kemampuan identitas genome yang bisa mendeteksi varian ini. Saat ini ia menyebut laboratorium yang dimaksud baru ada di Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.

”Kita sebetulnya tidak perlu repot bingung soal varian, serahkan kepada ahli dan kita ikuti disiplin 5M dengan baik. Saling nengingatkan, terutama keluarga, orang dekat,” imbuhnya. (ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan