Epidemiologi Unsoed Sebut Pemda Mulai Mainkan Data Kasus Penularan Covid-19, Ini Buktinya

ABOUTSEMARANG – Ahli epidemiologi lapangan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto dr. Yudhi Wibowo menyebut beberapa pemerintah daerah mulai memainkan data kasus penularan Covid-19.

Meski pemerintah pusat memerintahkan untuk memaksimalkan pelacakan, pengetesan, dan perawatan. namun menurut Yudhi, utak-atik data ini mudah dilihat dari adanya anomali penghitungan kasus harian.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Banyumas, angka positivity rate tercatat 160,8% dan cenderung melampaui standar WHO. Rata-rata jumlah tes swab per hari per pekan cenderung menurun selama PPKM diterapkan atau -20,1 persen.

Sementara rata-rata kasus positif cenderung meningkat 35,6 persen. Kasus lacak di bawah standar WHO dengan perbandingan 1:0,6.

“Itu anomali. Mungkin tidak semua dilaporkan atau ada delay. Itu tidak mungkin. Sedangkan Jateng hanya 48 persen,” kata Yudhi epidemiologi Unsoed dikutip dari Suara Merdeka, Jumat (30/7).

Dia mengatakan, indikasi mainkan data lainnya, yakni adanya upaya untuk tidak menghitung kasus positif dari hasil rapid antigen. Pemerintah setempat hanya mengkalkulasikan angka positif berdasarkan hasil tes PCR.

Padahal, WHO merekomendasikan penggunaan tes antigen untuk melacak kasus positif. Selain itu, kasus probable juga ikut disertakan sebagai kasus kematian karena Covid-19. Namun Kementerian Kesehatan tidak mengikuti pedoman WHO tersebut.

Data kematian harian di Indonesia yang dicatat Kemenkes hanyalah pasien dengan kasus konfirmasi positif Covid-19, tanpa menyertakan kasus probable.

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan