Fenomena Bulan Perigee Terjadi Hari Ini, 56 Pompa Disiagakan di Pelabuhan Semarang

ABOUTSEMARANG – Antisipasi datangnya banjir rob yang diperkirakan terjadi pada hari ini, sebanyak 56 pompa telah disiapkan di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang.

Seperti diketahui, banjir rob diprediksi terjadi pada hari ini Selasa, 6 Juni 2023 lantaran mengikuti fase Bumi dan Bulan yang berada dalam jarak terdekatnya (perigee) yang bakal membuat air laut pasang.

Hal tersebut disampaikan oleh General Manager Pelindo Cabang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Hardianto yang mengatakan, langkah antisipasi telah dilakukan untuk mengantisipasi rob tersebut.

Sebelumnya, Pelabuhan Tanjung Emas berulang kali direndam rob. Pada 28 Mei 2022, banjir bahkan hingga lebih dari satu meter.

“Fenomena alam pasti bisa terjadi, tugas kita hanya melakukan upaya sebaik mungkin untuk mengurangi dampaknya,” kata Hardianto dalam keterangan tertulis, Senin malam, 5 Juni 2023.

Sementara itu, puluhan pompa diketahui telah terpasang di sejumlah titik seperti di Jalan Yos Sudarso, Pos 1, Jalan Musang, Jalan Asahan, dan Jalan Ampenan.

Kemudian ada juga yang dipasang di Terminal Penumpang, Dermaga Samudera, Masjid Al-Mannar, Jalan Masuk Arteri, Jalan Usman Janatin, Jalan M. Pardi, RTK Timur, Kejaksaan, ujung Jalan Deli, hingga sepanjang jalan utama Jalan Coaster yang menjadi titik rawan bagi banjir rob.

Hardianto menyebut, pompa-pompa tersebut berkapasitas 800 liter per detik. Air yang dipompa selanjutnya akan dialirkan dan ditampung di kolam retensi.

Kemudian, empat unit genset tambahan disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan listrik padam. Sehingga total ada delapan unit genset yang terpasang di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas.

BACA JUGA :   Viral Warung Tenda di Semarang Jual Indomie Rp 41 Ribu Seporsi

Sedangkan untuk Jalan Coaster yang merupakan titik rawan terendam banjir rob juga telah ditinggikan.

“Selain itu, kami juga telah melakukan normalisasi saluran-saluran air menuju rumah pompa dan peninggian lining dermaga dengan menyiapkan karung-karung pasir dan ban pasir di Dermaga Samudera dan Dermaga Nusantara untuk membendung air laut ke darat,” tuturnya.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan