Gangguan ADHD Viral! Ini Penjelasan dan Gejalanya

ABOUTSEMARANG – Media sosial diramaikan dengan sebuah video yang memperlihatkan kebiasaan seseorang dengan gangguan ADHD.

Pertanyaannya, apa itu ADHD?

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan gangguan neurobiologis atau saraf yang umumnya dimulai pada masa kanak-kanak, tetapi juga dapat berlanjut hingga masa remaja dan dewasa.

ADHD ditandai oleh masalah dalam mengatur perhatian, impulsivitas, dan hiperaktivitas yang dapat mengganggu fungsi sosial, akademik, dan pekerjaan seseorang.

Tanda dan gejala ADHD dapat bervariasi, tetapi biasanya melibatkan kesulitan dalam memusatkan perhatian, mudah teralihkan, sulit mengikuti instruksi, bergerak secara impulsif tanpa berpikir terlebih dahulu, dan sulit duduk diam.

Ada tiga tipe utama ADHD:

1. ADHD Tipe Tak Terkonsentrasi: Di sini, individu cenderung mengalami kesulitan dalam mempertahankan perhatian, terorganisir, dan menyelesaikan tugas.

2. ADHD Tipe Hiperaktif-Impulsif: Pada tipe ini, hiperaktivitas dan perilaku impulsif lebih menonjol daripada kesulitan dalam mempertahankan perhatian.

3. ADHD Tipe Gabungan: Ini adalah kombinasi dari gejala-gejala tak terkonsentrasi, hiperaktivitas, dan perilaku impulsif.

Penyebab pasti ADHD belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor genetik, perubahan dalam fungsi otak, serta faktor lingkungan dapat mempengaruhi perkembangannya.

Diagnosis ADHD biasanya didasarkan pada pengamatan perilaku dan pengumpulan informasi dari berbagai sumber, seperti keluarga, guru, dan profesional kesehatan.

Pengobatan ADHD umumnya melibatkan pendekatan yang holistik, termasuk intervensi psikososial, seperti terapi perilaku, konseling, dan pendidikan orang tua. Dalam beberapa kasus, obat-obatan stimulan atau non-stimulan dapat diresepkan oleh dokter untuk membantu mengelola gejala ADHD.

Penting untuk diketahui bahwa ADHD adalah gangguan medis yang nyata dan bukan hanya masalah kepatuhan atau kurangnya disiplin. Dukungan dan pemahaman dari lingkungan sosial sangat penting untuk membantu individu dengan ADHD mengelola gejala mereka dan mencapai potensi mereka secara optimal.

BACA JUGA :   Selain Ikan, 7 Makanan ini Kaya Asam Lemak Omega-3 yang Baik untuk Fisik dan Mental

Apa Gejala Gangguan ADHD?

Gejala ADHD dapat bervariasi antara individu, tetapi umumnya terbagi menjadi tiga kategori utama yakni ketidakmampuan memusatkan perhatian, hiperaktivitas, dan perilaku impulsif.

Berikut adalah contoh gejala yang sering terkait dengan ADHD:

1. Ketidakmampuan memusatkan perhatian:

  • Kesulitan memperhatikan detail dan sering membuat kesalahan yang ceroboh dalam tugas atau pekerjaan.
  • Kesulitan mempertahankan perhatian pada tugas atau kegiatan yang membutuhkan konsentrasi yang berkelanjutan.
  • Tampak tidak mendengarkan saat diajak berbicara langsung.
  • Mudah teralihkan oleh rangsangan eksternal.
  • Sulit mengatur dan menyelesaikan tugas-tugas yang rumit atau membosankan.

2. Hiperaktivitas:

  • Sulit duduk diam atau sering bergoyang-goyang di kursi.
  • Cenderung gelisah atau selalu bergerak, bahkan dalam situasi yang seharusnya tenang.
  • Kesulitan bermain atau terlibat dalam kegiatan dengan tenang.
  • Bicara terus-menerus atau sering menginterupsi orang lain.

3. Perilaku impulsif:

  • Sulit menunggu giliran dan cenderung menginterupsi orang lain.
  • Kesulitan mengendalikan reaksi emosional, seperti marah atau frustrasi.
  • Mengambil risiko tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin terjadi.
  • Kesulitan memikirkan dampak jangka panjang dari tindakan mereka.

Selain gejala tersebut, individu dengan ADHD juga dapat mengalami masalah terkait, seperti kesulitan dalam mengatur waktu, mengorganisir tugas, mengingat informasi, atau menjaga pola tidur yang teratur.

Penting untuk dicatat bahwa gejala ADHD harus terlihat secara berkelanjutan dan dalam berbagai konteks, seperti di rumah, sekolah, atau tempat kerja, dan gejala tersebut harus menyebabkan hambatan signifikan dalam fungsi sehari-hari individu sebelum ditegakkan diagnosis ADHD.

Diagnosis dan penanganan ADHD sebaiknya dilakukan oleh profesional kesehatan yang berpengalaman dalam bidang ini, seperti psikiater atau psikolog.

(atn/chatgpt)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan