Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Harus Izin untuk Selenggarakan PTM

ABOUTSEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tengah menggodok aturan khusus terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Ganjar meminta semua pemerintah daerah tidak sembarangan menggelar PTM dan harus terlebih dulu memperoleh izin dari Pemprov Jateng.

“Tadi ada bupati yang bilang agar pelaksanaan PTM seragam sebab di satu tempat ada yang nekat PTM sementara daerah sebelahnya belum, yang timbul tidak enak, maka mereka minta pedoman dari kita dan sudah kita siapkan,” katanya di Semarang dikutip dari Antara, Senin (23/8).

Ganjar pun mengungkapkan alasan jika pemerintah daerah untuk menyelenggarakan PTM harus mendapatkan izin darinya karena terkait vaksin bagi pelajar yang belum dilakukan.

“PTM belum, saya minta kalau ada yang mau PTM, lapor dulu ke kita. Jangan sampai ada sesuatu yang disiapkan massal tapi tidak siap. Bukan apa-apa, kita melihat vaksinnya untuk pelajar kan memang belum,” ujarnya.

BACA JUGA : Ganjar Didukung Relawan 34 Provinsi Maju Pilpres 2024, Survei Internal PDIP Kalahkan Puan

Tidak hanya sekolah yang kewenangannya berada di bawah Pemprov Jateng, Ganjar juga meminta sekolah yang kewenangannya berada di bawah pemerintah kabupaten/kota agar melakukan hal yang sama.

Ganjar bahkan akan membuat surat edaran kepada bupati/wali kota terkait PTM tersebut dan akan diberikan agar pelaksanaan PTM tidak asal-asalan.

“Nanti saya buatkan surat edaran agar semua bisa sama soal itu. Segera saya bagikan,” katanya.

Ganjar mengaku tidak melarang daerah menggelar PTM, namun harus dilakukan uji coba terlebih dulu dan PTM tidak boleh dilakukan serentak tanpa ada pembatasan.

“Kalau konsepnya seolah-olah silakan semua langsung PTM, tidak akan kita izinkan, maka mesti uji coba dulu. Mesti ada prokesnya seperti apa, prosedurnya, jumlahnya, jamnya, peralatan yang mesti disediakan dan lainnya, dan harus di level 3,” ujarnya.

Menurut dia, pelaksanaan PTM juga harus mempertimbangkan kondisi epidemologis daerahnya dan pihaknya sudah memiliki data mana daerah yang zona merah, oranye, kuning atau hijau.

“Kita sudah punya datanya, menurut epidemologis. Ya minimal (PPKM) level 3 atau syukur daerahnya kuning sehingga orang tidak memilih sendiri tanpa melihat data itu,” katanya.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan