Ganjar Sebut Tren Covid-19 Jateng Turun Tapi Penambahan Kasus Harian Masih Tinggi

ABOUTSEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan tren kasus Covid-19 Jateng turun, setelah hampir sebulan pemberlakuan PPKM Darurat yang dilanjutkan dengan PPKM Level 4.

Namun Ganjar mengakui jika penambahan kasus Covid-19 harian di Jateng masih tinggi.

”Kita juga senang antrean di rumah sakit tidak panjang. Tapi jangan membuat kita leha-leha. Kita tetap harus waspada,” tambahnya.

Ganjar mengakui Jawa Tengah belum sepenuhnya membaik karena penambahan kasus masih tinggi dan angka kematian juga belum menurun.

”Ini belum baik, dan itu nanti akan diukur berapa tingkat kematian, berapa tingkat penularannya, kalau seluruh standarstandar itu terpenuhi, baru kita bisa mengatakan itu berhasil,” katanya.

Menurut Ganjar, tren Covid-19 Jateng turun sudah bagus. Semua sudah berjalan pada alurnya namun belum tuntas.

”Trennya sudah bagus. Sekarang kita tinggal prioritas pada beberapa daerah yang masih tinggi. Solo Raya kita perhatikan. Kudus membaik, ini contoh-contoh yang akan kita replikasi di beberapa tempat,” pungkas Ganjar.

Baca Juga : Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020: Greysia/Apriyani Masuk Final

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo menambahkan bahwa tingkat bed occupancy rate (BOR) rumah sakit saat ini rata-rata sekitar 65 persen.

”Ini (tren Covid-19) sudah menurun. Memang ada rumah sakit yang BOR-nya lebih tinggi dari itu, juga ada yang lebih rendah dari itu,” katanya.

Dia mencontohkan daerah-daerah seperti Kudus, Jepara, Demak, Pati, dan Rembang tingkat BOR-nya sudah di bawah 60 persen. ”Tetapi sebagian daerah yang lain masih di atas itu,” katanya.

Yulianto juga mengakui meski tren Covid-19 Jateng turun tapi penambahan kasus harian Jateng masih tinggi. Namun sebagian besar dari penambahan kasus baru itu adalah pasien isoman. ”Harus diakui, penambahanya masih tinggi, namun sebagian besar pasien isoman,” ungkap dia. (ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan