Ganjar Temukan Biang Kerok Penyebab Banjir di Kota Semarang, Ini yang Dilakukan

ABOUTSEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sedang meninjau kondisi banjir mendapati salah satu penyebab banjir di Kota Semarang, Sabtu (31/12).

Ganjar awalnya mendapati genangan yang cukup tinggi di sepanjang jalan arah Semarang-Demak, tepatnya di depan RSIGM Sultan Agung, hingga menimbulkan kemacetan.

Ia kemudian menuju ke Rumah Pompa Kali Sringin di Trimulya, Demak.

Saat bertanya kepada petugas ternyata dua unit pompa di rumah pompa tersebut dalam kondisi rusak.

Ganjar pun langsung menelepon pelaksana teknis yang menangani perbaikan pompa tersebut. Ganjar menegaskan, kondisi darurat ini butuh penanganan luar biasa.

Laporan petugas, dua pompa tersebut rusak akibat kebocoran oli hidrolis.

“Pompanya nggak jalan, yang satu rusaknya sudah agak lama, yang satunya baru kemarin. Maka kalau kondisinya darurat seperti ini, saya minta diperbaiki cepat,” tegas gubernur seusai tinjauan.

Ganjar menegaskan semua pihak harus dalam kondisi siaga dan merespon cepat situasi kedaruratan ini. Apalagi hingga siang hari, tim teknis tak kunjung datang dengan alasan banjir.

“Tadi alasannya karena banjir Pak, nggak bisa masuk ke sini. Lah saya bisa masuk ke sini, maka sebenarnya kita butuh ikhtiar dalam kondisi kedaruratan,” tegasnya.

Gubernur Jateng itu mengatakan, BMKG telah memprediksi cuaca ekstrem seperti ini akan berlangsung hingga 3 Januari 2023. Tim teknis, lanjutnya, harus selalu siap dan siaga.

“Kalau kita tidak cepat memperbaiki, itu cukup bahaya. Tadi malam juga kami minta seluruh pompa-pompa portabel itu diaktifkan, karena ini kejadiannya merata,” ujarnya.

BACA JUGA :   Sungai Pengkol Semarang Meluap, Perumahan Dinar Indah dan Rowosari Kembali Diterjang Banjir

Ganjar menerima laporan banjir melanda di hampir seluruh wilayah pantura hingga Sabtu siang. Antara lain Kota Semarang, Pati, Kudus, Pekalongan, hingga Pemalang.

“Sekarang ini kan teknis nih sifatnya, maka ya semua mesti on. Tidak boleh ada alasan yang sifatnya wah ini banjir pak, nunggu surut, enggak bisa. Wong yang dibutuhkan itu pompanya diperbaiki kok. Maka perlu tindakan-tindakan yang luar biasa, jangan biasa-biasa saja. Ini darurat,” tandasnya.

(ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan