Ganjil Genap Bandung Dimulai, Berlaku untuk Kendaraan Selain Pelat Nomor D

ABOUTSEMARANG – Kebijakan sistem lalu lintas ganjil genap Bandung dilaksanakan di sejumlah pintu keluar tol pada Jumat (3/9) hingga akhir pekan nanti.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, EM Ricky Gustiadi menyatakan sistem ganjil genap Bandung ini hanya diberlakukan bagi kendaraan non-pelat nomor polisi D.

D adalah kode awal plat nomor untuk wilayah aglomerasi Bandung yang mencakup Kota/Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cimahi.

Dengan demikian, kendaraan yang memiliki Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor di wilayah aglomerasi Bandung raya bisa tetap melintas tanpa terpengaruh ganjil genap Bandung.

“Ini diberlakukan untuk mobil di luar TNKB pelat D, artinya mobil dari luar kota. Kalau aglomerasi Bandung Raya masih diizinkan masuk,” kata Ricky dikutip CNN Indonesia, Kamis (2/9).

Lokasi sistem ganjil genap Bandung ini berlaku di pintu keluar gerbang tol Pasteur, Pasirkoja, Kopo, Mohammad Toha, dan Buahbatu.

BACA JUGA: Sistem Ganjil Genap Kendaraan Akan Berlaku di Kabupaten Indramayu, Ini Titiknya

“Yang jelas perbedaannya sekarang tidak ada di dalam kota, tapi di setiap pintu keluar tol di Kota Bandung. Di sana nanti kita akan tempatkan petugas untuk pelaksanaan ganjil genap,” ujar Ricky.

Pelaksanaan ganjil genap Bandung akan berlangsung pada pukul 06.00-21.00 WIB. Diberlakukan pada Jumat, Sabtu, Minggu sesuai pemberlakukan PPKPM level 3.

“Akan kita evaluasi kembali pada saat nanti berakhirnya pemberlakuan PPKM level 3 pada 6 September,” ucap Ricky.

Ricky menjelaskan untuk aturan lainnya masih tetap sama yakni kendaraan yang lewat disesuaikan nomor paling terakhir dengan tanggal pelaksanaan.

BACA JUGA :   PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Daftar Level Setiap Wilayah

Pengecualian ganjil genap diberikan kendaraan dinas TNI, Polri, dan kendaraan dengan TNKB warna merah lainnya. Angkutan dengan TNKB berwarna kuning pun turut dalam pengecualian.

“Kendaraan angkutan umum, angkutan barang, angkutan logistik, kemudian mobil Jasa Marga juga termasuk dalam pengecualian,” katanya.***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan