Gempa Bumi Turki, Begini Kondisi Sejumlah Santri Hafidz Quran Asal Semarang di Pusat Gempa

ABOUTSEMARANG – Gempa bumi magnitudo 7,4 yang mengguncang Turki sempat mengagetkan sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang sedang berada di negara tersebut.

Bahkan, beberapa WNI juga dikabarkan masih berada di sejumlah kota yang berdekatan dengan pusat gempa di Provinsi Kahramanmaras.

“Ada 10 orang (santri) asal Indonesia di daerah Gaziantep,” ujar Ainun Najib, salah satu WNI di Istanbul yang dihubungi aboutsemarang.

Najib yang juga santri hafidz quran dari Pondok Pesantren Sulaimaniyah Semarang ini mengaku kondisi rekan-rekannya selamat dan sehat.

“Alhamdulillah mereka aman semua,” ujarnya.

Ia pun sudah berusaha menghubungi rekan-rekannya tersebut namun belum ada balasan.

“Kami masih menghubungi (rekan-rekan) yang di Gazeantep, tapi sampai saat ini belum dibales (WhatsApp),” tambahnya.

Hal yang sama juga disampaikan, santri lainnya bernama Ahmad Adib yang sedang berada di daerah Trabzon. Santri asal Rembang ini mengaku sempat merasakan getaran gempa itu.

“Kemarin (saat Gempa) kerasa, tapi Alhamdulillah kami aman,” kata Adib.

Adib juga menginformasikan jika ada 2 rekannya asal Semarang yang berada di daerah Adana yang merasakan gempa dahsyat tersebut.

“Di asramanya santri salah satu (dari) Semarang yang di (daerah) Adana parah gempanya,” ungkapnya.

Bahkan, menurut informasi jika ada beberapa santi dan staf pengajar meninggal dunia di asrama Kahramanmaraş.

“Ada 2 santri (Semarang) yang di sana (Adana), Dan (di asrama Kahramanmaras) ada santri dan Abi (ustadz) maupun Abla (ustadzah) yang wafat, tapi warga Turki,” kata Adib.

Dari informasi pihak asrama jika kedua Santri asal Semarang bernama Kamal dan Hanif saat ini dalam kondisi sehat.

BACA JUGA :   BMKG Sebut Gempa Susulan Tuban Tercatat Capai 15 Kali

“Nggeh (betul) pak, (kedua santri) aman semua, sudah tanya tadi,” tutupnya.

Sementara itu, pihak KBRI di Ankara mengatakan tidak ada WNI yang menjadi korban jiwa dalam gempa bumi di Turki.

“Sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban meninggal dunia,” kata KBRI Ankara dalam keterangannya dikutip antara, Senin (6/2).

Sejauh ini dilaporkan ada tiga orang WNI mengalami luka, 1 orang di Kahramanmaras dan 2 orang Hatay, dan saat ini mereka sudah dibawa ke rumah sakit terdekat.

(ard)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan