Gempar! Pria Meninggal Bersimbah Darah di Kampung Karaoke Gambilangu Semarang

ABOUTSEMARANG – Seorang pria ditemukan meninggal bersimbah darah di kawasan Kampung Karaoke Rowosari Atas atau Gambilangu (GBL) di RW 6, Mangkang Kulon, Tugu, Kota Semarang pada Kamis, (6/7).

Diketahui korban bernama Agus Priyanto (33) warga Ngebrok, Mangunharjo akibat dibacok sejumlah orang di kawasan Kampung Karaoke Rowosari Atas.

Korban meninggal saat mendapatkan perawatan di Puskesmas Kaliwungu usai tergelatak dengan luka bacokan di sejumlah tubuhnya di teras karaoke Love Girl.

Seorang saksi, Dimas mengatakan, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian pipi kiri dan dada sebelah kiri.

Dengan luka parah ini, korban sempat kritis tergeletak di teras rumah karaoke dalam posisi telentang mengenakan baju warna merah dan celana panjang warna biru.

Namun saat akan dilakukan upaya pertolongan, nyawa korban tak terselamatkan.

“Masih ada denyut nadi terus dibawa ke Puskemas Kaliwungu pakai mobil, meninggal dunia,” ujarnya di lokasi kejadian.

Dirinya menjelaskan, kejadian ini bermula ketika korban sedang karaoke bersama keempat rekannya pada Rabu (5/7) sekira pukul 21.00 WIB. Kemudian pada Kamis (6/7) pukul 00.30 WIB, seseorang menanyakan kepada dirinya keberadaan korban yang dijuluki Garong.

Setelah bertemu, seseorang itu minta kepada korban untuk menghampiri dirinya di parkiran karaoke. Namun saat ditemui, orang itu langsung membacok korban di bagian pipi kiri.

“Keluar menghampiri orang itu bersama pacarnya. Terus setelah dibacok, korban masuk ke room dan pacarnya teriak-teriak ada yang bawa alat (senjata tajam),” katanya.

Tak sampai disitu, korban dalam keadaan luka bacok dan ketakutan itu dianiaya lagi enam orang yang diduga teman dari pelaku yang pertama kali membacok korban di dalam karaoke. Meski sejumlah orang mengetahui kejadian ini, namun mereka tak berani melerai karena diancam juga akan dihabisi.

BACA JUGA :   Pemkot Semarang Siagakan Call Center 112 Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2023

“Di dekat ruangan operator, dieksekusi di dekat situ. Rombongan temannya dateng (pelaku) sekitar enam orang tiga motor, masuk ada yang melerai tapi tidak berani karena diancam,” terangnya.

Meski demikian, dirinya mengaku tak mengetahui motif dari peristiwa ini. Ia juga menyebut korban juga baru pertama kali karaoke di lokasi kejadian.

“Masalah kurang paham, privasinya juga tidak tahu karena gak berani nanya panjang. Tapi kayanya dendam,” imbuhnya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan