Gencarkan Razia, Dispertan Temukan 6 Sapi Kurban di Gunungpati Positif PMK

ABOUTSEMARANG – Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) bersama Satpol PP Kota Semarang terus menggencarkan razia terhadap hewan ternak yang dijual untuk di jadikan hewan kurban.

Dari razia tersebut, Dispertan Kota Semarang menemukan enam ekor sapi positif penyakit mulut dan kuku (PMK) di lapak penjual hewan kurban di wilayah Trangkil, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati.

Sapi tersebut diketahui terpapar PMK saat diperiksa oleh dokter hewan saat melakukan sidak bersama petugas dari Satpol PP Kota Semarang dan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah.

Dokter Hewan Dispertan Kota Semarang, Mirwan Devianto mengatakan, empat dari enam sapi yang ditemukan terpapar PMK cukup parah dan harus dikembalikan ke tempat atau kota asal sapi itu berasal.

Ia mengatakan, gejala sapi yang paling parah yakni kaki bengkak dengan kuku yang hampir mengelupas sehingga terlihat alan lepas dari pangkal kaki. Bahkan sapi tersebut sulit untuk berdiri.

“Kalau yang masih ringan bisanya cuma berlendir aja mulutnya atau ada sariawannya,” kata Mirwan, Kamis (30/6).

Mirwan menjelaskan selama kaki sapi tidak pincang dan masih layak untuk dikurbankan. Namun keempat sapi tersebut yang memiliki gejala cukup parah pada kaki dinyatakan tidak layak untuk dikurbankan.

Dia melanjutkan, ternak dalam kondisi darurat atau sudah tidak mampu berdiri lagi maka harus dilakukan potong paksa. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran PMK ke ternak lainnya.

Mirwan mengatakan, sapi dengan gejala ringan harus diisolasi dengan kandang terpisah dari sapi dinyatakan sehat. Bahkan ia meminta kepada para peternak yang baru saja keluar dari kandang sapi yang terpapar PMK harus membersihkan diri terlebih dahulu sebelum masuk ke kandang lain.

BACA JUGA :   Satpol PP Kota Semarang Segel Ratusan Los dan Kios di Johar Selatan

“Kita sebagai manusia yang habis masuk kandang yang kena PMK bisa menularkan ke hewan lain lewat baju kita jadi memang sangat bisa menular dengan cepat,” bebernya.

Mirwan menegaskan, semua pedagang hewan kurban wajib mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) agar ternak benar-benar dinyatakan aman dan sehat.

Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan pihaknya melakukan razia untuk memastikan hewan kurban yang dijual oleh pedagang tiban jelang Idul Adha adalah hewan ternak yang benar-benar sehat. Ia tidak ingin jika di Kota Semarang kedapatan banyak penjual hewan kurban yang berpenyakit PMK dan penjual tidak mengantongi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Terkait temuan adanya sapi yang terpapar PMK namun masih dijual dan tidak dilakukan isolasi, Fajar menekankan kepada para pedagang agar segera membawa pulang sapi yang sakit. Pasalnya jika pedagang tetap membandel maka Satpol PP akan dengan tegas merobohkan lapak dagangannya.

“Kalau masih bandel dan sapi sakit masih dijual, besok lapak saya robohkan. Nanti H-5 kita bawa truk dan keliling kalau masih ada yang nekat jualan tanpa SKKH dan ketahuan kena PMK maka langsung diangkut truk,” tegasnya.

(atn)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan