Greysia Polii Resmi Pensiun, Begini Perjuangannya Selama 30 Tahun

ABOUTSEMARANG – Setelah mengukir sejarah di Ganda Putri Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii resmi mengumumkan pensiun dari panggung badminton internasional di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (12/6).

Greysia memutuskan gantung raket setelah dua dekade membawa nama Indonesia di berbagai pentas internasional. Secara keseluruhan sejak meniti karier, Greysia sudah menghabiskan 30 tahun untuk menekuni dan menggeluti badminton.

“Tentunya ini perjalanan panjang. Dibutuhkan waktu 30 tahun untuk mencapai semua yang dicita-citakan dari kecil. Dan, itu tak terlepas dari dukungan masyarakat Indonesia, keluarga, dan teman-teman yang ada di sini,” kata Greysia.

“Jadi itu yang membuat saya merasa kadang tidak pantas ada di sini tapi saya betul-betul berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan atas semua yang diberikan kepada saya,” tambahnya sambi menahan air mata.

Greysia pensiun dengan status sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia.

Dalam pidato perpisahannya di Testimonial Day, Greysia menceritakan perjuangan dan kecintaannya pada badminton.

Menurut penuturannya, Greysia telah menyukai olahraga tersebut sejak masih berusia 5 tahun. Kecintaannya tersebut membawanya merantau ke Jakarta untuk bergabung dengan klub bulu tangkis kenamaan di Ibu Kota.

“Saya masih ingat di tahun 2001, waktu saya umur 14 tahun, di mana untuk pertama kalinya saya bermain di Istora, Senayan,” kata Greysia.

Saat itu, ia mengaku bahwa mimpinya telah dimulai.

“Saya juga masih ingat di tahun 2008 di mana tempat ini menjadi tempat yang sangat memorable buat saya yaitu Tim Uber Cup Indonesia bisa masuk final pada waktu itu padahal tidak diunggulkan,” imbuhnya.

BACA JUGA :   Hore! Hary Susanto-Leani Ratri Oktila Raih Emas Kedua untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020

Ada banyak sekali memori yang terekam dalam perjuangan Greysia di tempat ia mengumumkan keputusannya untuk pensiun tersebut.

Tak sampai di situ, perjuangan Grey terus berlanjut. Belasan tahun berikutnya, ia harus jatuh bangun meraih mimpinya untuk menjadi juara di kandang sendiri, Indonesia.

“Sampai pada akhirnya di tahun 2020, saya bisa juara bersama Apriyani, di tempat ini. Saya berterimakasih kepada Tuhan saya masih diberi kesempatan untuk saya juara,” tutur Greysia.

Momen itu menjadi momen yang sangat membanggakan bagi Greysia. Ia mengaku tidak menyangka bahwa dirinya akan melangkah hingga berhasil menorehkan sejarah bulu tangkis ganda putri Indonesia.

Perjuangan selama 30 tahun

Perjalanan Greysia dalam meraih mimpinya menjadi juara Olimpiade bukan hal yang mudah. Ia harus melalui hari-hari selama 30 tahun dengan tidak mudah.

“Tidak jarang saya merasa lelah letih dan betul-betul tidak ingin melanjutkan,” ujarnya.

Kendati demikian, Greysia mengaku mendapatkan dukungan dan kekuatan dari masyakat Indonesia untuk terus bertahan. Hari demi hari, Greysia kembali memaksakan diri untuk setia memberikan potensi terbaiknya di tiap laga pertandingan.

“Saya saat ini akan berhenti bertanding sebagai atlet. Tapi hati saya akan selalu mencintai bulu tangkis,” tegasnya.

Selama 19 tahun, Greysia bergabung dengan tim nasional bulu tangkis Indonesia. Belasan tahun itu, ia berhasil meraih gelar juara bergengsi.

Bermain di ganda putri, Greysia setidaknya telah enam kali dipasangkan dengan rekan yang berbeda. Mulai dari Heni Budiman (2003-2004), Jo Novita (2005-2007), Vita Marissa (2007-2008), Nitya Krishinda Maheswari (2008-2009 dan 2013-2016), Meiliana Jauhari (2010-2012), hingga Apriyani Rahayu (2017-2022).

Bersama rekannya, Greysia pernah meraih gelar juara di turnamen individu BWF, medali emas Asian Games 2014, juara di Thailand Open dan French Open, hingga mempersembahkan medali emas pada ajang Olimpiade Tokyo 2020.

BACA JUGA :   4 Fakta Unik Greysia Polii: Ternyata Pecinta KPOP?

(atn)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan