Hannah Al Rashid Ungkap Rasa Kecewa Terkait Kasus Dugaan Pelecehan Seksual dari Salah Satu Kru Film Penyalin Cahaya

ABOUTSEMARANG – Kasus dugaan pelecehan seksual dari salah satu kru film Penyalin Cahaya banyak mengundang komentar dan pendapat dari para penikmat film.

Kasus ini kemudian ramai di media sosial dan menuai pro dan kontra. Hannah Al Rashid yang dikabarkan turut terlibat dalam proses produksi Penyalin Cahaya juga memberikan klarifikasi terkait keterlibatan dirinya.

Salah satu aktris dan aktivis Hannah Al Rashid buka suara terkait kasus tersebut, Hannah merupakan salah satu penyintas yang ikut berbagi pengetahuannya kepada tim produksi film ini dan namanya tertera dalam ucapan terima kasih tim produksi di bagian credit title.

Hannah mengungkapkan rasa kecewa dan bingung ketika mendapat kabar bahwa film yang membahas soal upaya pengungkapan kasus pelecehan seksual itu justru tersandung kasus yang diangkat. Hannah menyuarakan perasaannya melalui sebuah htas di media sosial Twitter, Selasa (11/1).

Baca Juga : Tayang Sebentar Lagi, Film Penyalin Cahaya Coret Nama Kru Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

“Sebagai penyintas, yang ikut berbagi pengalaman pribadi dalam proses awal film ini, amat sedih dan bingung mendengar berita ini,” kata Hannah dalam utas tersebut.

Ia menjelaskan, selama ini mekanisme yang ia kembangkan adalah fokus pada isu pelecehan seksual yang bisa terjadi di berbagai lini dan menargetkan kepada siapapun.

Penyalin Cahaya ia sebut sebagai usaha banyak orang “yang tulus dan berniat baik”. Ia menyebut mereka, seperti dirinya, tidak menyadari ada terduga pelaku di antara mereka.

“Saya yakin kita semua tahu bahwa film ini bisa dan mestinya menjadi alat bagi jutaan orang untuk memahami isu tersebut secara lebih mendalam dan yang terpenting adalah berpihak juga berempati kepada penyintas,” kata Hannah.

“Jadi, berita ini mengejutkan, membingungkan, menyakitkan, tetapi juga menjadi sebuah pelajaran berharga,” lanjutnya.

Hannah kemudian menyinggung sejumlah respons netizen atas Penyalin Cahaya yang beredar di dunia maya semenjak pihak Rekata Studio mengumumkan mereka telah menghapus kredit kru terduga pelaku tersebut.

Menurut Hannah, wajar bila kini film tersebut “ternoda” bagi sebagian pihak, atau banyak yang kecewa hingga marah juga bingung. Ia juga menyerahkan kepada publik soal akankah tetap mendukung atau menolak film ini.

Namun ia menegaskan bahwa spekulasi di dunia maya soal bagaimana dan mengapa terduga pelaku bisa terlibat tidak akan membantu mengatasi permasalahan ini.

Selain itu Hannah juga menyebutkan dua alasan mengapa kebanyakan orang tidak menyuarakan isu kekerasan seksual, yaitu tidak ada forum atau ruang yang aman untuk melakukannya, dan terlalu banyak orang yang sudah tahu serta memilih bungkam.

“Namun sebelumnya izinkan saya mengklarifikasi, saya bukan bagian dari tim penulis PC (Penyalin Cahaya). Saya diajak untuk membagikan beberapa gambaran sebagai seseorang dari industri film yang mengadvokasi isu (kekerasan seksual) ini,” kata Hannah.

“Mengetahui bahwa saya membagikan pengalaman pribadi ke seseorang yang terduga pelaku sangat mengesalkan. Saya masih berusaha memahami (peristiwa ini),” lanjutnya.

Sebagai penutup, ia menyatakan perasaan empati kepada para penyintas dan berharap ada perubahan positif terhadap penanganan kekerasan seksual di industri film maupun secara umum.

Sebelumnya, tim produksi Penyalin Cahaya pada hari Senin (10/1) mengumumkan penghapusan nama seorang kru berinisial HP dari kredit film karena diduga sebagai pelaku kekerasan seksual. Rekata Studio sebagai rumah produksi juga memberhentikan pihak yang terkait. (atn)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan