Harga Kebutuhan Pokok Naik Jelang Pergantian Tahun, Disdag Jateng : Masih Terbilang Aman

ABOUTSEMARANG – Menjelang pergantian tahun baru 2022, mulai pekan ini, harga pangan di pasar tradisional beberapa komoditas naik seperti yang terjadi di pasar-pasar di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Perdagangan Jateng Arif Sambodo mengatakan, meskipun kenaikan harga bahan pokok jelang tahun baru di Jawa Tengah masih terbilang aman, namun ada pergerakan harga di beberapa komoditi.

Pergerakan harga bahan pokok di Jawa Tengah itu, kata Kepala Disdag Jateng, karena ada penyebabnya, salah satunya tingginya permintaan.

“Jadi yang naik itu miyak goreng, telur ayam dan daging ayam ras kemudian cabai dan bawang merah,” ujar Arif, Senin (27/12).

Baca Juga : Kopi Kenangan Jadi Ritel F&B Unicorn Pertama di Indonesia, Siap Ekspansi dan Rambah Pasar Internasional

Lebih jauh, Arif memaparkan, untuk minyak masih tergantung pada harga CPO-nya.

Arif menyebut CPO minyak goreng naik karena memang ada permintaan tinggi dari luar.

Hal ini juga berkaitan dengan krisis energi batubara yang tinggi mereka menganti ke CPO menjadi biodiesel sehingga permintaan tinggi.

“Di samping itukan harga minyak goreng ini harga CPOnya standarnya internasional sehingga harga dalam negeri mengikuti apa yang ada di standar internasional,” tambahnya.

Kemudian untuk telur, Arif berpendapat jika harganya masih wajar karena masih tidak terlalu jauh dari harga acuan dari sekitar Rp24.500 hingga Rp30 ribuan.

“Satu yang perlu dicermati, kenaikan harga itu karena permintaan yang meningkat bersamaan dengan bantuan pangan nontunai mulai dibagikan pada bulan-bulan ini,” sambungnya.

Bantuan itu diberikan setiap permintaan telur yang cukup tinggi. Semua kenaikan ini, menurut Arif masih bisa dikatakan wajar.

Pasalnya ada tarikan permintaan karena masih belum terlalu jauh dari harga acuan naiknya.

“Untuk daging ayam ras juga naik tapi masih cukup wajar karena naik sedikit diatas harga acuan,” katanya.

Sementara untuk stok semuanya aman, Arif memapaparkan jika sejauh ini masih aman.

“Membeli sesuai dengan kebutuhan saja, tidak perlu panik karena stok persedian tersedia,” tutup Arif. ***

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan