Hendak Pesan Tiket Pulang Kampung, Mahasiswa Unnes Semarang Ditemukan Meninggal di Kamar Kos

ABOUTSEMARANG – Seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) asal Kabupaten Bangka Barat, Bangka Belitung, ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di daerah Sekaran, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Senin (19/12).

Usai menerima laporan, Polsek Gunungpati dan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) segera melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP).

Diketahui mahasiswa bernama Jody Yuda Permana (23) yang merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Tim kepolisian menduga Jody meninggal dunia karena sakit, pihaknya juga menjelaskan tidak ada tanda kekerasan fisik di tubuh Jody.

Kronologi Kejadian

Kasihumas Polrestabes Semarang, Kompol Untung Kistopo mengatakan sebelum meninggal, Jody sempat mengeluh sakit dan mengalami muntah darah sekitar pukul 16.00 WIB.

Jody sempat meminta temannya, Akbar untuk mengantarkan membeli tiket pulang ke Bangka Belitung.

“(Akbar) bersama Korban hendak mengantar beli tiket di Terminal Ungaran untuk pulang ke kampung, namun sesampainya di Indomaret simpang tiga Sekaran korban mengeluh sakit,” ujarnya.

Melihat Jody yang mengalami sakit, Akbar membawanya kembali ke kos.

Jody yang fisiknya sudah lemah sempat berbaring dilantai teras kos dan meminta Akbar membawa tas miliknya masuk ke kamar.

Setelah masuk ke kamar, Jody langsung berbaring di kasur dan beberapa menit kemudian sudah meninggal.

“Kemudian saksi menguhubungi bapak kos bersama Ketua RT dan warga setelah dicek korban sudah tidak bernafas, selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas dan Polsek Gunungpati,” terangnya.

Saat ini jenazah Jody di titipkan di RSUP Kariadi, Semarang dan menunggu keluarga korban datang dari Lampung.

BACA JUGA :   Disperkim Kota Semarang Ungkap Tidak Ada Pemakamanan Pasien Covid-19 di Bulan November

Menurutnya pihak keluarga korban tidak mau anaknya diautopsi dan menerima kepergian Jody.

“Dari sambungan telfon dengan keluarga korban di Lampung, pihak keluarga menerimakan atas kematian korban dan keluarga keberatan jika dilakukan autopsi dan tidak menuntut pihak manapun,” jelasnya. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan