Herry Wirawan Guru yang Perkosa 13 Santriwati, Dituntut Hukuman Mati dan Kebiri

ABOUTSEMARANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat akhirnya memutuskan bahwa terdakwa kasus pemerkosaan terhadap 13 santriwati Herry Wirawan (36) dituntut untuk dihukum mati.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Asep N Mulyana mengatakan tuntutan hukuman mati itu diberikan kepada terdakwa Herry Wirawan karena aksi asusilanya hingga menyebabkan para korban hamil sehingga dinilai sebagai kejahatan yang sangat serius.

“Kami pertama menuntut terdakwa dengan hukuman mati. Sebagai bukti, sebagai komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku,” kata Asep di Pengadilan Negeri Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/1).

Herry dituntut bersalah sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3) Dan (5) jo Pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 65 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Baca Juga : Bejat! Herry Wirawan, Guru Pesantren Perkosa 12 Santriwati Selama 5 Tahun Hingga Melahirkan 9 Anak

Asep juga meminta kepada hakim untuk pidana tambahan berupa penyebaran identitas terdakwa dan kebiri kimia.

“Kami juga meminta kepada hakim untuk menjatuhkan pidana tambahan berupa pengumuman identitas, identitas terdakwa disebarkan, dan penuntutan tambahan berupa kebiri kimia,” kata Asep.

Menurutnya pertimbangan hukuman mati itu diberikan karena kejahatan Herry itu dilakukan kepada anak asuhnya ketika dirinya memiliki kedudukan atau kuasa sebagai pemilik pondok pesantren.

“Perbuatan terdakwa itu bukan saja berpengaruh kepada kehormatan fisik, tapi berpengaruh ke psikologis dan emosional para santri keseluruhan,” tuturnya.

Dan yang menurutnya paling berat, yakni Herry menggunakan simbol-simbol agama dan pendidikan untuk melancarkan aksinya tersebut.

“Presiden pun sudah menaruh perhatian terhadap kejahatan terdakwa,” ujar dia.

Selain itu, pihak Kejati memberikan sejumlah penambahan tuntutan hukuman lain kepada Herry Wirawan yang melakukan aksi tidak terpuji tersebut, ungkap Asep.

Jaksa menuntut Herry untuk membayar denda sebesar Rp500 juta, dan juga dituntut membayar restitusi kepada para korban sebesar Rp331 juta. (atn)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan