Imbas Tindakan Intimidasi, FIFA Hukum Berat Presiden Klub Persikabo

ABOUTSEMARANG – FIFA resmi menjatuhkan sanksi terhadap Presiden Klub Persikabo, Bimo Wirjasoekarta usai dinyatakan bersalah telah melakukan tindakan intimidasi, paksaan, ancaman, dan eksploitasi terhadap para pemain.

Keputusan FIFA itu diumumkan melalui rilis resmi pada Selasa (4/4) malam. Bimo dinyatakan melanggar beberapa aturan induk sepakbola internasional itu.

Aturan yang dilanggar meliputi Pasal 24 (Perlindungan integritas fisik dan mental), Pasal 26 (Penyalahgunaan posisi) dan, dan Pasal 14 (Tugas Umum) Kode Etik FIFA tahun 2023.

Imbas pelanggaran tersebut, Bimo Wirjasoekarta dilarang beraktivitas di dunia sepakbola selama dua tahun, serta sanksi denda 10 ribu franc Swiss.

“Majelis hakim telah melarang Presiden Persikabo Bimo Wirjasoekarta terlibat dalam semua aktivitas sepak bola selama dua tahun (ditangguhkan dengan masa percobaan tiga tahun) setelah dinilai bersalah atas tindakan intimidasi, paksaan, ancaman, dan eksploitasi terhadap pemain. Majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar CHF 10.000 (sekitar Rp165juta) kepada Bimo Wirjasoekarta,” tulis FIFA dikutip dari FIFA.com.

FIFA mengatakan keputusan ini sudah disampaikan kepada Bimo Wirjasoekarta pada Selasa (4/4) dan akan ditindaklanjuti dengan pemberitahuan alasan dalam waktu 60 hari ke depan sesuai dengan Kode Etik.

“FIFA memiliki sikap tegas terhadap segala bentuk pelecehan dalam sepak bola dan Komite Etik menangani semua kasus tersebut sesuai dengan Kode Etik, dengan mempertimbangkan kekhususan masing-masing,” tulis FIFA.

“FIFA juga menyediakan sistem whistle blowing yang rahasia, berdedikasi, sangat aman, dan berbasis web sehingga individu dapat melaporkan masalah apa pun,” tulis FIFA menambahkan.

BACA JUGA :   Simak! Ini 8 Tim yang Lolos ke Babak Perempat Final Piala Asia U-23 2024

Hukuman FIFA kepada Bimo diduga kuat karena permasalahan kontrak dengan pemain asal Brasil, Alex Goncalves.

Alex Goncalves sempat melaporkan kasus terkait permasalahan gaji dengan Persikabo kepada FIFA pada Desember 2021. (***)

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan