Imlek Identik Hujan Seharian, Begini Penjelasan Kepercayaan Orang Tiongkok

ABOUTSEMARANG – Perayaan Tahun Baru Imlek tak hanya di China saja. Orang-orang Tionghoa yang tersebar di berbagai belahan dunia juga ikut merayakan Tahun Baru Imlek, termasuk di Indonesia.

Imlek biasanya identik dengan turunnya hujan seharian, namun hujan tidak turun di Indonesia pada Tahun Baru Imlek, tahun ini.

Dalam perayaannya yang selalu dibarengi dengan turunnya hujan ini membentuk kepercayaan pada orang Tiongkok bahwa hujan adalah pertanda keberuntungan.

Dari situlah kepercayaan pada masyarakat Tiongkok menyebar luas hingga ke Indonesia.

Baca Juga : 10 Ucapan Imlek 2022 Bahasa Inggris dan 10 Link Twibbonize, Desain Menarik Cocok Dipasang di Media Sosial

Para ahli Fengshui juga menuturkan hujan merupakan simbol keberuntungan bagi kehidupan Tionghoa. Berkah turun dari langit karena Dewi Kwam Im sedang menyiram bunga Mei Hua.

Hingga intensitas curah hujan pun akhirnya menjadi tolak ukur keberuntungan. Semakin deras curah hujan, semakin banyak rezeki yang akan didapat, begitu pula sebaliknya.

Hujan adalah berkah penyeimbang alam, membantu sungai terisi. Kemudian, mengalir keberkahan untuk masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai.

Berdasarkan ilmu Fengshui, hujan adalah energi air. Secara pemaknaan harfiah, “Feng” berarti angin dan “Shui” artinya air. Salah satu air adalah air hujan yang mengisi sungai.

Ada pula yang menganggap hujan saat Imlek karena memang bertepatan dengan bulan Januari hingga Februari. Saat bulan-bulan tersebut, hujan dengan beragam intensitas melanda sejumlah wilayah di Indonesia.

Secara ilmiah juga, Kalender Cina yang sebagai dasar perhitungan tanggal jatuhnya Tahun Baru Imlek berbeda dengan kalender Masehi maupun Hijriah. Sebab, jika perhitungan menggunakan kalender Cina, berdasarkan fase bulan memutari bumi dengan bumi memutari matahari, Tahun Baru Imlek akan jatuh pada akhir bulan Januari atau awal bulan Februari.

BACA JUGA :   BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Jawa Tengah pada 22-28 Desember, Ini Wilayahnya

Berdasarkan penjelasan BMKG, antara bulan Januari hingga Februari memang merupakan puncak dari musim hujan di wilayah Indonesia bagian selatan Khatulistiwa. Secara, klimatologis pun pada pertengahan bulan Januari sampai pertengahan bulan Februari adalah periode curah hujan yang tinggi juga intensif. Wajar jika hujan selalu terjadi selama Tahun Baru Imlek.

Sementara itu, dalam sejarah hari raya Imlek menjadi momen bersyukurnya masyarakat Cina dengan datangnya musim semi. Kaum petani mempercayai bahwa hujan adalah tanda kemakmuran panen setahun ke depan. Hujan di hari Imlek menjadi permulaan bagus di musim semi.

Sehingga saat musim semi datang, hasil panen akan melimpah ruah. Terlepas dari semua mitos soal hujan saat Imlek yang membawa keberuntungan pada sudut pandang masing-masing orang, ada kalanya di sejumlah daerah seperti saat ini tidak turun hujan. Juga tidak memengaruhi keberuntungan mereka. (ard)

Baca Juga : Gong Xi Fa Cai! Kode Penukaran Chip Higgs Domino Island Selasa 1 Februari 2022, Spesial Imlek Dapat Chip Gratis Hingga 100B

Sharing:

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan